Sejumlah Rumah Rusak Ringan dan Ratusan Jiwa Masih Mengungsi Pasca Gempa Bumi

waktu baca 1 menit
Warga yang mengungsi tersebar di sejumlah titik, beberapa warga juga lebih memilih mendirikan shelter di halaman rumahnya, sementara lainnya mengungsi di tanah lapang. (Foto : ist).

Diksi.net, Palu – Pasca terjadinya gempa bumi di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, membuat warga harus mengungsi untuk memastikan keamanannya.

“Setidaknya masih ada 920 jiwa yang masih mengungsi pasca gempa dengan kekuatan magnitudo 6,3,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Akris Fattah, Minggu (10/09/2023). 

BACA JUGA :  Melalui Pentas Seni, Anak di Sulteng Suarakan Krisis Iklim

Warga yang mengungsi tersebar di sejumlah titik, beberapa warga juga lebih memilih mendirikan shelter di halaman rumahnya, sementara lainnya mengungsi di tanah lapang. Data terakhir, setidaknya sekitar 3000 ribu jiwa lebih yang terkena dampaknya.

“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, namun sejumlah rumah warga mengalami rusak ringan,” lanjut, Akris.

BACA JUGA :  Enam Tahun Tragedi Palu Tabur Bunga dan Doa Bersama untuk Mengenang Korban

Hasil assesment di lapangan ada 5 unit rumah warga yang mengalami rusak ringan, dan beberapa lainnya mengalami retak. Dengan demikian warga tetap diharapkan waspada, walaupun gempa tersebut tidak tergolong menimbulkan tsunami.

Tim BPBD Sulteng masih melakukan identifikasi kerusakan pada fasilitas umum seperti sarana pendidikan, rumah ibadah, fasilitas kesehatan dan bangunan pemerintah. 

BACA JUGA :  Pasca Gempa Sigi, Warga Memilih Tinggal di Shelter dan Posko Pengungsian

“BPBD juga menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari untuk wilayah terdampak,” ujarnya.

Gempa bumi magnitudo 6,3 sabtu kemarin (09/09/2023) juga turut dirasakan kabupaten dan provinsi tetangga.

“Gempa kemarin, turut dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Gorontalo bahkan hingga Kota Samarinda,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *