Satgas Densus 88 Bahas Bahaya Fenomena TCC, Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial

waktu baca 3 menit

Diksi.net, Palu – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror Polri mengimbau para pelajar di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan konten pornografi, kekerasan di media sosial, hingga gim daring. Langkah mitigasi ini penting guna mencegah dampak negatif terhadap perkembangan karakter dan kondisi psikologis siswa.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan fenomena True Crime Community (TCC) yang diikuti puluhan siswa di SMK Negeri 2 Palu, Jalan Setia Budi, Kota Palu, Jumat (23/10/2026).

Perwakilan Unit Pencegahan Satgaswil Sulteng Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sedikitnya 18 pelajar di Sulteng yang terdeteksi tergabung dalam grup TCC.

“Sebanyak 18 siswa tersebut sudah kami lakukan intervensi secara kolaboratif bersama sejumlah pihak. Kami mengategorikan mereka sebagai korban karena ketidaktahuan. Saat menggunakan TikTok, muncul tautan aplikasi yang kemudian diunduh, lalu secara otomatis mereka tergabung dalam grup tersebut,” ujar perwakilan Unit Pencegahan Densus 88 di hadapan para siswa dan pihak sekolah.

BACA JUGA :  Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme Serentak di 6 Provinsi

Menurut Densus 88, grup TCC menjadi perhatian serius karena memuat berbagai materi negatif, termasuk materi pornografi dan tayangan yang menggambarkan aksi kekerasan secara eksplisit. Paparan berulang terhadap konten tersebut berpotensi memengaruhi pembentukan karakter serta kestabilan psikologis anak.

Oleh karena itu, Densus 88 menekankan krusialnya penguatan literasi digital di kalangan remaja. Pelajar diharapkan lebih selektif dalam memilih konten, memahami risiko bergabung dengan grup tak dikenal, serta menghindari materi bermuatan kekerasan dan pornografi.

BACA JUGA :  Kasus Senpi 2 Pelajar di Palu, Oknum Yang diduga Pemilik ditahan Propam Polda Sulteng

Selain itu, Densus 88 juga menyoroti peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anak saat bermain gim daring yang memiliki unsur kekerasan, seperti Roblox, Free Fire, dan PUBG.

Tak hanya aktivitas digital, pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah turut menjadi fokus. Petugas mengingatkan agar siswa yang menjadi korban perundungan mendapatkan pendampingan dan perhatian khusus agar tidak rentan terpengaruh oleh hal negatif dari lingkungan luar.

Upaya mitigasi ini memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, mulai dari institusi sekolah, orang tua, hingga lingkungan pergaulan, agar pelajar mampu mengenali risiko sejak dini dan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Palu, Muhammad Yakub, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi tersebut memberikan wawasan baru bagi pihak sekolah dalam memahami serta mengantisipasi potensi bahaya yang mengintai para siswa.

BACA JUGA :  Aksi Solidaritas SD Negeri Poboya Untuk Turki

“Sosialisasi ini sangat baik karena memberikan pemahaman dan pengalaman yang luar biasa mengenai hal-hal yang dapat merugikan anak-anak kami. Dari sisi pengetahuan, kami mendapat pemahaman mendalam tentang mitigasi kekerasan bagi pelajar di Sulawesi Tengah,” kata Yakub.

Senada dengan hal itu, Ketua OSIS SMKN 2 Palu, Leo, turut mengajak rekan-rekannya untuk lebih bijak dan cermat dalam berselancar di dunia maya.

“Gunakanlah jari-jari teman-teman untuk hanya mengklik hal-hal yang positif,” tutur Leo.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga diri di ruang digital, mengenali bahaya konten kekerasan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari aksi perundungan.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *