Yayasan Khalid Bin Walid Poso Dukung Satgas Madago Raya Cegah Paham Radikalisme

waktu baca 2 menit
Yayasan Khalid Bin Walid dengan semangat untuk mumudahkan anak-anak menimbah ilmu dengan biaya terjangkau, saat ini berlokasi di Kelurahan moengko lama, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso. (Foto : ist).

Diksi.net, Poso – Yayasan Khalid Bin Walid dengan semangat untuk mumudahkan anak-anak menimbah ilmu dengan biaya terjangkau, saat ini berlokasi di Kelurahan moengko lama, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso. 

Yayasan Khalid Bin Walid Poso merupakan Yayasan yang dibentuk dan memiliki program dibawah pengawasan Pemerintah dan Kementerian Agama Kabupaten Poso. Tujuan dari programnya, adalah mendidik anak-anak agar menjadi orang yang beriman, bertakwa dan jauh dari pemahaman radikal. Disamping itu, mengajarkan anak-anak tidak hanya sebatas belajar mengaji tetapi juga Tahfidz Quran.

BACA JUGA :  Pembelian BBM Jenis Solar Dibatasi Sesuai Kuota Kendaraan

Ketua Yayasan Khalid Bin Walid Poso, Sugianto Kaimudin menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini terus mengupayakan pembangunan masjid, pondok pesantren Tahfidz Qur’an, Klinik kesehatan, dan perumahan yang nantinya akan digunakan pegawai Yayasan Khalid Bin Walid Poso.

“pihak Yayasan Khalid Bin Walid Poso akan selalu bersedia berkolaborasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Poso. Disamping itu, mendukung program Pemerintah serta bersedia bekerja sama dengan pihak Kepolisian dalam menjaga serta menciptakan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Poso. Utamanya dalam hal pencegahan terhadap berkembangnya pemahaman radikal,” ungkap Sugianto.

BACA JUGA :  Identitas Mayat Perempuan di Sidondo Akhirnya diketahui

Ustadz Fadli Rone selaku Ketua Panitia Pembangunan Pondok Tahfidz Quran Yayasan Khalid Bin Walid Poso mengatakan bahwa tujuan dari Yayasan Khalid Bin Walid Poso membangun Pondok Pesantren Tahfidz Quran yakni untuk memudahkan anak-anak menimbang ilmu dengan fasilitas yang ada dan dengan biaya terjangkau. Pondok Pesantren ini dibuka secara umum bagi siapa saja yang ingin masuk menjadi santri.

BACA JUGA :  Dari Tentena untuk Indonesia, Adnan Arsal Sosok Panglima Damai

“harapannya agar yayasan ini juga mendapatkan perhatian dan dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah sehingga dapat terus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, pihak Yayasan juga siap berkolaborasi, baik dengan Pemerintah Daerah maupun dengan aparat keamanan, untuk membangun dan menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Poso. Serta membantu menciptakan generasi yang jauh dari pemahaman radikal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *