Ratusan Umat Buddha Palu Ikut Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihara Karuna Dipa

waktu baca 2 menit
Prosesi upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihara Karuna Dipa. (foto : Andi Syaifullah).

Diksi.net, Palu – Ratusan umat Buddha di Sulawesi Tengah mengikuti upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihara Karuna Dipa, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Tahun Kencana setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) dengan tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.

Upacara pengecoran di Palu menjadi titik keempat dalam program nasional pembuatan Rupang Buddha Nusantara yang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Wisma Bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia, YM Dhammasubho Mahāthera, menjelaskan bahwa Rupang Buddha merupakan representasi simbolis dari Buddha Gautama sebagai pendiri agama Buddha.

BACA JUGA :  Wali Kota Palu Dukung Konsep Penataan Kampung Ekowisata di Mamboro

“Rupang Buddha ini adalah simbolik, representasi dari Buddha Gautama. Seperti anak menyimpan foto orang tuanya atau murid menyimpan foto gurunya, begitu juga umat Buddha terhadap Rupang ini,” ujar YM Dhammasubho Mahāthera.

Ia menambahkan, pembuatan Rupang Buddha Nusantara memiliki makna khusus sebagai penanda perjalanan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia dalam membimbing umat Buddha di Tanah Air.

“Karena ini skala nasional, maka setiap wilayah binaan ikut terlibat. Sudah dilakukan di Medan, Bali, Samarinda, dan sekarang di Palu. Nanti juga akan dilakukan di wilayah lain hingga seluruh bagian disatukan di Jakarta,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ratusan Peserta Ikuti Tes Wawancara PKD, Keterwakilan Perempuan Masih Terpenuhi

Rencananya, seluruh bagian Rupang yang dicetak di berbagai daerah akan dirangkai menjadi satu kesatuan utuh pada 21 Juni 2026 di Jakarta. Rupang tersebut nantinya akan ditempatkan di vihara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol perjalanan dan kontribusi Saṅgha Theravāda Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Ada hal menarik dalam peringatan ini, yaitu pembuatan Rupang Buddha Nusantara yang diambil dari model yang ditemukan di Candi Sewu. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghargai peradaban Buddha di masa lalu,” ujar Supriyadi.

BACA JUGA :  HUT ke-46 Kota Palu, Momentum Perkuat Persaudaraan dan Demokrasi

Supriyadi menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi mendatang untuk mengenal dan menghargai warisan budaya serta kontribusi agama Buddha di Indonesia.

“Ini menjadi pembelajaran bagi anak cucu kita bahwa kita memiliki peradaban yang sangat baik, dan agama Buddha turut berkontribusi di dalamnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rupang Buddha Nusantara dibuat mengacu pada prototipe temuan di kompleks Candi Sewu dengan mudra Bhūmisparsa yang melambangkan bumi sebagai saksi kebajikan.

Pengecoran di Palu menjadi simbol persatuan umat Buddha dalam menyongsong usia emas Saṅgha Theravāda Indonesia.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *