Kualitas Udara Palu Fluktuatif, Siswa TK-SMP Diliburkan dan Belajar Daring 3 Hari
Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota Palu mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat. Masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan.
Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, usai meninjau kegiatan di Lapangan Faqih Rasyid, Kota Palu, Minggu (18/10/2026).
“Kondisi udara saat ini masih tergolong kurang baik dan tidak sehat. Kami mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas, termasuk di dalam ruangan jika merasa kurang fit,” ujar Hadianto.
Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Kota Palu, kualitas udara di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini memang menunjukkan tren penurunan tingkat pencemaran, meski konsentrasinya masih memprihatinkan.
Data tertinggi dalam kurun tujuh hari per 16 Oktober 2026 mencatat indikator Particulate Matter (PM)1 sempat menyentuh angka 245 µgram/m³, PM2.5 sebesar 251 µgram/m³, dan PM10 mencapai 249 µgram/m³.
Sementara itu, pemantauan terbaru pada Minggu (18/10/2026) menunjukkan indikator PM1 berada di angka 153 µgram/m³, PM2.5 di angka 160 µgram/m³ (kategori Sangat Tidak Sehat), dan PM10 di angka 162 µgram/m³ (kategori Tidak Sehat) di tengah cuaca cerah berawan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan anak-anak dan menindaklanjuti masukan warga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu menetapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring untuk tingkat TK hingga SMP.
Kebijakan sekolah daring ini berlaku selama tiga hari, mulai Senin (19/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026).
“Proses belajar mengajar anak-anak tetap berjalan, tetapi dialihkan secara daring selama tiga hari ke depan. Langkah ini kami ambil demi menjaga kesehatan peserta didik dengan mempertimbangkan masukan dari para orang tua,” kata Wali Kota.
