Kesusksesan Petani Dampingan PT Vale Dengan Sri Organik

waktu baca 2 menit
Kelompok Tani Binaan PT Vale Lakukan Pemanenan hasil penanaman musim kedua. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.Net, Morowali – Program pemberdayaan PT Vale telah mencakup 13 Desa pemberdayaan, terbagi di Kecamatan Bungku Timur sebanyak 10 desa dan 3 desa di Kecamatan Bahodopi. Sementara Salah satu program pemberdayaan milik PT Vale yang berdampak langsung pada masyarakat adalah pembinaan kelompok tani untuk menanam padi organik.

Penanaman padi organik telah dilaksanakan di 4 desa, meliputi Desa Kolono, Desa Ululere, Desa Bahomotefe dan Desa Bahomoahi. Khusus untuk Desa Kolono telah memasuki panen musim kedua.

Ketua kelompok tani Toramingkena Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur, Yusuf mengatakan kami menjadi kelompok tani binaan PT Vale yang menerapkan Sistem of Rice Intensification (SRI) organik dikarenakan biyaya dan juga hasil panen yang jauh lebih baik ketika dibandingkan menggunakan metode tanam konvensional. 

BACA JUGA :  Musisi Minim Daftarkan HKI ke Dirjen KI

“Sebelumnya, ketika menggunakan metode konvensional kami terlalu banyak menggunakan pupuk kimia, pestisada dan lainnya. Tetapi ketika menggunakan sistem tanam Sri organik dengan mengandalkan pupuk organik yang diproduksi sendiri hasilnya jauh lebih baik dengan biyaya rendah,” kata yusuf, ketika menjelaskan mengenai keunggulan sistem tanam sri organik. 

Hasil panen petani menggunakan metode tanam sri organik jauh lebih baik setiap musim panennya yang mengasilkan 4,6 Ton perhektarnya, sedangkan menggunakan metode konvensional hanya di kisaran 3 ton.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Serahkan DIPA dan Daftar Alokasi TKD TA 2024

Sementara dengan metode sri organik biyaya operasional 50 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan motede konvensional, karena tidak lagi menggunakan bahan kimia yang harganya jauh lebih besar. 

“Waktu menggunakan cara konvensional untuk tanam padi biyaya yang dihabisman dapat mencapai Rp 3 juta lebih, tapidengan metode sri organik biyaya yang digunakan mampu ditekan hingga separuhnya,” jelas Yusuf.

Masih sekaitan dengan Sri organik, Faisal yang juga petani binaan Kelompok Tani PT Vale mengatakan keunggunalan lain ketika menggunakan metode Sri organik adalah tifak membutuhkan Air yang banyak. 

BACA JUGA :  Aksi Solidaritas SD Negeri Poboya Untuk Turki

“Air yang digunakan selama proses penanaman hingga panen dengan metode ini sangat sedikit. Hanya diwaktu tertentu, semisal di tahap penyiangan dan bunting, itu pun kebutuhan air 50 persen lebih rendah dibandingkan metode konvensional,” ujar Faisal, Anggota Kelompok Tani Bangkamovu,  Desa Ululere,  Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. 

Selain itu, keunggulan lainnya adalah penggunaan bibit yang lebih sedikit karena jarak tertentu antar bibit yang ditanam, namun hasil panen yang jauh lebih banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *