Eks Napiter Poso Dukung Operasi Madago Raya untuk Cegah Radikalisme

waktu baca 2 menit
Candra Hamid, mantan narapidana terorisme (napiter) di Poso, Sulawesi Tengah mendukung Operasi Madago Raya 2025.(foto : ist).

Diksi.net, Poso – Candra Hamid, mantan narapidana terorisme (napiter) di Poso, Sulawesi Tengah, menunjukkan perubahan positif dengan mendukung Operasi Madago Raya 2025. Operasi ini bertujuan menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham radikal di wilayah Kabupaten Poso. Kisah transformasi Candra menjadi inspirasi, dari masa lalu kelam sebagai anggota kelompok teroris hingga kini berkontribusi positif bagi masyarakat.

Candra Hamid, yang juga dikenal sebagai Can, pernah terlibat dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Pada 21 Juli 2021, ia ditangkap atas keterlibatannya dalam kasus terorisme. Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonisnya 4 tahun 6 bulan penjara pada 2022. Candra menjalani hukuman di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA :  Kolaborasi Digital Access Program dan Pemprov Sulteng Dukung Pengembangan Desa Cerdas

Pada 17 Januari 2024, Candra dinyatakan bebas bersyarat berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor PAS-1882.PK.05.09 Tahun 2023, tertanggal 30 Oktober 2023. Setelah bebas, ia memulai hidup baru sebagai tulang punggung keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Candra awalnya bekerja sebagai tukang bangunan. Seiring waktu, ia berhasil mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil sebagai kurir online (driver). Pekerjaan ini memungkinkannya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menunjukkan komitmennya untuk hidup produktif.

Candra menyampaikan rasa terima kasih kepada Satgas Operasi Madago Raya yang telah berkunjung ke kediamannya di Kecamatan Poso Pesisir. Ia berharap kunjungan semacam ini terus berlanjut, karena menurutnya, silaturahmi tersebut mempererat hubungan antara masyarakat dan kepolisian. “Kunjungan ini bukan hanya baik untuk hubungan silaturahmi, tetapi juga untuk membangun kerja sama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Poso yang kini semakin kondusif,” ujar Candra.

BACA JUGA :  Eks Napiter Bangkit, Fokus Berkontribusi untuk Kamtibmas dan Ekonomi Keluarga

Sebagai mantan napiter, Candra berkomitmen menebus masa lalunya dengan tindakan nyata. Ia aktif bersosialisasi dengan masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam program deradikalisasi untuk mencegah penyebaran paham radikal, intoleransi, dan terorisme di Poso. Candra juga menyatakan dukungannya terhadap Operasi Madago Raya 2025, yang sedang berlangsung untuk memulihkan keamanan di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Menyemai Keberlanjutan Tata Kelola Pertambangan Sulawesi Tengah

Kisah Candra Hamid menjadi bukti bahwa perubahan positif dimungkinkan, bahkan bagi mereka yang pernah tersesat. Dengan mendukung upaya kepolisian dan pemerintah, ia berharap dapat berkontribusi menciptakan Poso yang aman dan damai. Transformasi Candra juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan deradikalisasi yang inklusif, mengedepankan reintegrasi sosial dan pembinaan berkelanjutan.

Operasi Madago Raya, yang melibatkan kerja sama antara kepolisian, TNI, dan berbagai elemen masyarakat, terus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di Poso. Dukungan dari tokoh seperti Candra menjadi sinyal positif bahwa upaya deradikalisasi dapat membuahkan hasil nyata.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *