Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Afiliasi ISIS di Parimo dan Poso, Salah Satunya Pedagang Buah

waktu baca 2 menit
Anggota Brimob yang melakukan pengaman di lokasi. (foto : Andi Syaifullah).

Diksi.net, Parigi Moutong – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Brimob berhasil menangkap delapan terduga anggota kelompok teror yang memiliki afiliasi dengan ISIS di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Penangkapan dilakukan secara serentak pada dini hari, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Empat orang ditangkap di Kabupaten Parigi Moutong dan empat lainnya di Kabupaten Poso. Seluruh terduga diamankan tanpa perlawanan dan bersikap kooperatif selama proses penangkapan.

BACA JUGA :  Dakwaan Dipersoalkan, Eksepsi Diajukan, Penangguhan Penahanan Dimohonkan

Salah satu penangkapan dilakukan di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Setelah diamankan, tim Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah terduga. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa enam bilah parang, satu unit sepeda motor bodong, telepon genggam, dan kartu ATM.

Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, mengaku kaget dengan penangkapan tersebut. Menurutnya, terduga yang ditangkap di desanya dikenal sebagai pedagang buah yang aktif sehari-hari.

BACA JUGA :  Kemenaker Investigasi Pelaksanaan K3 di PT.GNI

“Kalau saudara ini setiap hari jual beli buah. Dari kopra, mangga, rica, pete, jengkol. Pokoknya berupa buah dia beli semua. Di lingkungan ini dia bermasyarakat seperti pada umumnya,” ujar Jufri.

Jufri menambahkan bahwa terduga sudah lama berdomisili di desa tersebut dan tidak pernah menunjukkan perilaku mencurigakan.

Penangkapan ini diduga menyasar anggota jaringan sel tidur kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang memiliki afiliasi dengan ISIS. Saat ini, kedelapan terduga telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Densus 88 AT Polri Amankan 5 Terduga Teroris di Sulteng

Saat ini, seluruh terduga teroris telah dibawa oleh tim Densus 88 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat keamanan juga masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Penangkapan ini kembali mengindikasikan masih adanya aktivitas jaringan terorisme yang bergerak secara tersembunyi di wilayah Sulawesi Tengah.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *