Waspada Manipulasi Media: Yardin Hasan Serukan Pentingnya Integritas Jurnalis

waktu baca 2 menit
Jurnalis senior Sulawesi Tengah, Yardin Hasan, mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam praktik jurnalistik untuk melawan manipulasi media oleh pihak-pihak berkepentingan. (Foto : Andi Syaifullah).

Diksi.net, Palu – Jurnalis senior Sulawesi Tengah, Yardin Hasan, mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam praktik jurnalistik untuk melawan manipulasi media oleh pihak-pihak berkepentingan. Hal ini disampaikannya dalam Pelatihan Jurnalistik Investigasi dan Liputan Korupsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Palu, Senin (17/2/2025).

“Liputan investigasi membutuhkan waktu lama, kerja tim, dan metode yang ketat,” ujar Yardin. Ia menekankan bahwa investigasi kerap menyentuh kepentingan banyak pihak, sehingga riset mendalam dan verifikasi data menjadi kunci untuk menghasilkan laporan yang akurat.

BACA JUGA :  Bawaslu Lakukan Koordinasi Untuk Menginventarisir APS Yang Tidak Sesuai Ketentuan

Di tengah era disrupsi digital dan dinamika politik, Yardin mengingatkan bahwa siapa pun kini bisa membuat dan memanfaatkan media untuk kepentingan pribadi, seperti membangun citra atau menggiring opini publik. Ia menyebut fenomena ini sebagai “media bodrex”, yaitu media yang mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik demi keuntungan semata.

“Jurnalis harus kritis terhadap keberadaan media semacam ini. Tugas kita bukan hanya melaporkan, tetapi juga mengedukasi publik agar ruang informasi tetap didominasi oleh kebenaran,” tegasnya.

BACA JUGA :  KPU Kota Palu Akan Rekrut 1174 Pantarlih

Yardin juga menyoroti bahaya menjadikan berita sebagai alat pemerasan. Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya merusak citra media, tetapi juga menggerus kepercayaan publik. “Kepercayaan pembaca adalah modal utama media. Jika publik tidak percaya, berita yang kita hasilkan tidak akan dibaca. Ini akan berdampak langsung pada masa depan media itu sendiri,” jelasnya.

Dalam konteks global, Yardin turut menyinggung ancaman terhadap kebebasan pers, seperti penangguhan dana USAID oleh pemerintahan Donald Trump yang mempengaruhi keberlangsungan media independen di Amerika Latin. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap kebebasan pers tidak hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga internasional.

BACA JUGA :  Peran Media Dalam Memberikan Pendidikan Politik

Sebagai penutup, Yardin mengajak seluruh jurnalis untuk disiplin mematuhi Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik. Dengan menjaga integritas, profesionalisme, dan kerja tim yang solid, media dapat terus berperan sebagai pilar demokrasi yang sehat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *