Deklarasi Di Sirenja, Pasangan Anwar – Reni Prioritaskan Program “berani sehat”

waktu baca 3 menit
Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ketika menghadiri deklarasi BERANI di Sirenja Kabupaten Donggala (16/7/2024)

Diksi.net, Donggala – Belajar dari pengalamaan saat menjadi kepala daerah, Pasangan Anwar Hafid – Reni Lamadjido berjanji akan menjadikan kesehatan sebagai sektor Prioritas.

Hal itu diungkapkan Anwar Hafid di depan ribuan masyarakat Sirenja, Kabupaten Donggala ketika menghadiri acara Deklarasi Bersama Anwar Reni (BERANI) di Lapangan Desa Ujumbou, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Selasa 16 Juli 2024.

Anwar Hafid dalam orasinya menceritakan pengalaman berhadapan dengan buruknya pelayanan kesehatan di daerah karena tidak punya biaya. 

“Saat itu istri saya melahirkan anak pertama yang terlilit tali pusar dan tidak dioperasi karena tidak punya biaya, sehingga anak pertama saya meninggal dunia. Sejak saat itu, saya bersumpah kalau suatu hari saya jadi pemimpin akan saya prioritaskan masalah pelayanan kesehatan masyarakat”, ujarnya. 

BACA JUGA :  40 Orang PPK dilantik KPU Kota Palu

Karena pengalaman itu ketika menjabat sebagai Bupati Morowali, ia membuat program wanita yang hamil usia 3 bulan wajib melapor ke kepala desa dan usia kehamilan 7 bulan wajib dipasang bendera di depan rumahnya. Sehingga, saat beliau menjabat di Morowali jumlah angka kematian Ibu hamil 0. 

“Saya selalu prioritaskan agenda kesehatan masyarakat bersama Ibu Reni. Maka kami bertekad untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional di Kota Palu dan berani memberi insentif yang besar kepada para dokter”, ujarnya. 

Menurutnya, hanya sekitar 300.000 masyarakat yang tercatat memiliki BPJS Kesehatan dan masih ada lebih dari 1.000.000 warga yang belum terdaftar BPJS Kesehatan. “Itu semua akan kami prioritaskan ketika dipercaya untuk menjadi pemimpin di Sulawesi Tengah, insyaallah, “ ujarnya.

BACA JUGA :  22 Anggota Polda Sulteng di PTDH Sepanjang Tahun 2022

Selain urusan kesehatan, masih ada beberapa masalah utama di Sulawesi Tengah adalah Kemiskinan dimana masih ada sekitar 390.000 orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kemudian tingginya angka pengangguran dan masih minimnya fasilitas infrastruktur yang mendukung produktivitas di daerah, terutama untuk petani dan nelayan. 

“Saat saya menjadi kepala daerah di Kabupaten Morowali karena banyak masalah yang putus sekolah, ada dua jaminan saya yaitu, tidak perlu urus biaya anak sekolah dan layanan kesehatan cukup dengan tunjukkan KTP saja. Sehingga, saat ini Sulawesi Tengah mendunia karena Morowali, itu karena saya”, tegasnya. 

BACA JUGA :  Deklarasi BERANI di Torue Parigi Moutong, Gaya Panggung Anwar Hafid Hipnotis Massa

Hadir dalam deklarasi itu, ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Ustad Wahyuddin. Di depan warga sirenja ia menekankan bahwa dalam memilih pemimpin itu harus yang selaras dengan tujuan bernegara yaitu, melayani masyarakat. Menurutnya, sepak terjang  Anwar Hafid yang meniti karir sebagai birokrat di tingkat desa sudah terbukti memiliki tujuan melayani masyarakat Sulawesi Tengah. 

“Sebagai bukti, bisa ditanyakan di Morowali sejauh mana Pak Anwar sudah melayani masyarakat dan berani membawa perubahan selama beliau menjabat sebagai Bupati selama 2 periode. Begitu juga dengan Ibu Reni yang memiliki daya juang melayani masyarakat yang tinggi sesuai dengan latar belakangnya seorang dokter yang sudah berkecimpung di bidang kesehatan masyarakat”, ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *