Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen di Desa Laantula Jaya, Petani Desak Bantuan Pemerintah

waktu baca 1 menit
Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen di Desa Laantula Jaya, Petani Desak Bantuan Pemerintah

Diksi.net, Morowali– Warga Desa Laantula Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, menyampaikan keluhan serius terkait ancaman gagal panen akibat kemarau panjang yang melanda daerah mereka.

Dampak dari kemarau telah menyebabkan kekeringan di sawah-sawah petani, mengancam sekitar 50 hektar lahan pertanian.

Keluhan petani ini mencuat dalam penjaringan aspirasi (Reses) yang diadakan oleh Anggota DPRD Sulteng, Huisman Brant Toripalu di Morowali, 28 Oktober 2023.

BACA JUGA :  Pendapatan Negara di Sulteng Terus Mencatatkan Pertumbuhan

Para petani yang hadir menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi persawahan yang memburuk akibat kekeringan.

Tanaman padi mereka tidak berkembang dengan optimal karena kekurangan pasokan air, dan tanah persawahan terbelah-belah akibat kekeringan yang berkepanjangan.

Situasi semakin memburuk dengan adanya perbaikan Irigasi Ungkaya yang sedang dilakukan, mengakibatkan terhentinya pasokan air ke persawahan secara total. Sekitar 50 hektar sawah saat ini terancam gagal panen, memperparah krisis pangan di Desa Laantula Jaya.

BACA JUGA :  Penyidik Polda Sulteng Terus Dalami Kasus Korupsi TTG Donggala

Menyikapi kondisi ini, Bram Toripalu mendesak pemerintah untuk segera mengintervensi masalah ini, menyebutnya sebagai bencana gagal panen (fuso).

Ia menyoroti urgensi pemberian bantuan stimulus kepada petani yang mengalami gagal panen, mengingat besarnya biaya produksi yang harus dikeluarkan para petani dalam proses penanaman.

Dengan harapan stimulus tersebut dapat meringankan beban petani, Huisman Brant Toripalu berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkrit untuk mengatasi krisis pertanian ini hingga kemarau berakhir.

BACA JUGA :  Sulteng Akan Kembangkan Sektor Hortikultura kedepan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *