Gubernur Sulteng Dukung Riset PAIR, Kebijakan Iklim Inklusif

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. (foto : ist).

Diksi.net, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyambut hangat audiensi tim Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025). Kolaborasi internasional ini melibatkan University of Melbourne, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan fokus riset dua tahun berhibah untuk kebijakan perubahan iklim yang adaptif dan inklusif.

Ketua Tim PAIR Sulawesi, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN, Ph.D., menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemprov Sulteng. Riset ini menargetkan rekomendasi kebijakan publik yang kuat terhadap dampak iklim, dengan penekanan khusus pada kelompok rentan.

BACA JUGA :  Ketua Bawaslu Sulteng Ajak Masyarakat Aktif Awasi Tahapan Pilkada 2024

“Penelitian kami menyoroti inklusivitas bagi perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Selain iklim, kami juga bahas kesehatan masyarakat, terutama kasus diare dan demam berdarah dengue (DBD) yang masih tinggi di Sulteng,” ungkap Prof. Rini dengan antusias.

Riset PAIR Sulawesi tidak hanya teori: Hasilnya diharapkan memperkuat kebijakan kesehatan, meningkatkan ketahanan sosial, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Prof. Rini menekankan perlunya sinergi multipihak.

BACA JUGA :  Riau Pupuskan Harapan  Sulteng menuju 8 Besar Kapolri Cup 2023

“Kami butuh dukungan pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar riset ini beri dampak nyata, bukan sekadar laporan,” tambahnya.

Menyambut inisiatif ini, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen penuh Pemprov Sulteng. Ia melihat riset sebagai senjata ampuh menghadapi ancaman iklim global yang kian nyata.

“Upaya kolaboratif Indonesia–Australia ini sangat penting. Semoga hasilnya jadi fondasi kebijakan bermanfaat bagi rakyat Sulteng, dari mitigasi banjir hingga pencegahan wabah,” tegas Anwar Hafid.

BACA JUGA :  Angka Perkawinan Anak Sulteng Masuk Lima Besar Se-Indonesia

Pertemuan ini menjadi langkah awal implementasi riset di lapangan, dengan jadwal survei dan workshop segera menyusul di berbagai kabupaten Sulteng. PAIR Sulawesi diharapkan jadi model kolaborasi riset regional untuk Indonesia Timur.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *