Palu Canangkan Dapur Sehat Untuk Percepatan Penurunan Stunting

waktu baca 2 menit
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. (foto : Jufri).

Diksi.net, Palu – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, resmi meluncurkan program Dapur Sehat Cegah Stunting yang digerakkan Tim Penggerak PKK di seluruh 41 kelurahan se-Kota Palu. Peluncuran simbolis dilakukan di Dapur Sehat Mompakabelo Rumah Gizi PKK Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Rabu (1/10/2025).

Program inovatif ini menyasar balita di bawah dua tahun (baduta) yang terindikasi stunting dengan memberikan paket makanan bergizi tinggi selama 90 hari berturut-turut. Langkah ini menjadi terobosan nyata Pemerintah Kota Palu dalam mengejar target nasional penurunan stunting hingga 14% pada 2030.

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenkumham Sulteng Bahas Penanganan Tingkat Kriminalitas Bersam Kejati

“Mulai hari ini, setiap kelurahan punya dapur sehat sendiri. Dalam 90 hari ke depan, kita ingin lihat perubahan nyata: tinggi badan naik, berat badan ideal, dan senyum balita kita kembali ceria,” tegas Imelda dengan penuh semangat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu di Kelurahan Lolu Utara terdapat 7 balita stunting dan Kelurahan Besusu Barat ada 11 balita stunting. Sementara itu, angka prevalensi stunting Kota Palu saat ini masih berada di 25,6% (SSGI 2024), jauh di atas target nasional.

BACA JUGA :  Wali Kota Palu melepas Kafilah ke ajang MTQ

Imelda mengajak sektor swasta untuk turut aktif menjadi orang tua asuh. Beberapa perusahaan di Kecamatan Palu Barat sudah memberikan contoh nyata dengan mendanai bahan pangan dan operasional dapur sehat.

“Kami harap Palu Timur, Palu Selatan, dan kecamatan lain segera menyusul. Satu perusahaan bisa selamatkan puluhan anak dari stunting seumur hidup,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, menegaskan komitmen zero kasus baru. “Target kita turun ke 14% sesuai arahan Presiden. Yang terpenting: tidak boleh ada penambahan kasus baru. Dapur sehat ini adalah benteng terakhir kita,” ujarnya

BACA JUGA :  Idul Qurban Wujud Dari Rasa Persaudaraan dan Kebersamaan

Di akhir acara, Wawali Imelda mengajak seluruh elemen masyarakat – mulai dari NGO, perusahaan, komunitas RT/RW, hingga influencer lokal – untuk bergabung dalam Gerakan Palu Bebas Stunting 2030.

“Stunting bukan hanya urusan pemerintah. Ini tugas kemanusiaan kita semua. Mari pastikan anak-anak Palu lahir sehat, tumbuh hebat, dan jadi generasi emas 2045,” tutup Imelda disambut tepuk tangan ratusan kader PKK yang hadir.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *