TPQ Banua Amal Poso Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Poso – Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab (TPQ-BA) Yayasan Banua Amal (YBA) di Kabupaten Poso menyatakan komitmennya mendukung Satgas Operasi Madago Raya 2025 dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran. Melalui pendidikan agama yang terstruktur, lembaga ini berupaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif sembari menanamkan nilai kebangsaan.

TPQ-BA Banua Amal, berlokasi di Jl. Pulau Nias, Kelurahan Kayamanya Sentral, Poso, fokus pada pengajaran Al-Qur’an, tajwid, dasar-dasar Islam, dan bahasa Arab untuk anak usia dini. Dengan visi menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka, TPQ-BA bertujuan membentuk generasi beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan kreatif.

BACA JUGA :  Ponpes Daarun-Najah Dukung Pelaksanaan Ops Madago Raya

Ketua TPQ-BA, Verawati A. Siradje, A.Ma., menjelaskan bahwa lembaga ini mengedepankan pembelajaran yang menyenangkan dan lingkungan belajar yang Islami. “Kami ingin anak-anak tidak hanya paham agama, tetapi juga mencintai bangsa dan negaranya,” ujarnya. Saat ini, TPQ-BA memiliki 30 murid, didampingi lima tenaga pengajar, termasuk empat ustazah dan satu ustaz.

Dalam kunjungan silaturahmi Satgas Operasi Madago Raya ke TPQ-BA, Direktur Gerak Dakwah Yayasan Banua Amal, Thoyib Fauzi (alias Ustaz Ibnu), menyambut baik kerja sama dengan aparat keamanan. Ustaz Ibnu, yang juga eks narapidana kasus terorisme, menegaskan komitmen lembaga untuk menolak paham radikal. 

BACA JUGA :  Pengamat Desak Polri Nonaktifkan Dirlantas Polda Sulteng Atas Insiden Pelecehan Jurnalis

“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan Satgas demi menjaga keamanan Poso,” katanya, seraya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Satgas Madago Raya mengajak TPQ-BA untuk berperan aktif menciptakan lingkungan damai dan melaporkan potensi gangguan keamanan. “Kami mengapresiasi upaya TPQ-BA dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada anak-anak,” ujar perwakilan Satgas.

Selain TPQ-BA, Yayasan Banua Amal juga mengelola PAUD Terpadu Islam dengan 10 murid dan program Aksi Muslimah Peduli (AMP). Lembaga ini menggunakan pendekatan pendidikan yang komprehensif untuk mengajarkan nilai-nilai akhlak mulia, kejujuran, dan kerja sama, sekaligus memperkenalkan bahasa Arab guna memahami Al-Qur’an.

BACA JUGA :  Anak Eks Pimpinan MIT Poso Harapkan Bantuan Usaha dari Pemerintah

“Kami berupaya membentengi anak-anak dari paham intoleran melalui pendidikan agama yang terarah,” ungkap Verawati. Lembaga ini juga berkomitmen menjalin komunikasi efektif dengan masyarakat dan aparat untuk mendukung keamanan dan ketertiban di Poso.

Situasi Poso yang kini semakin kondusif menjadi momentum bagi TPQ-BA Banua Amal untuk memperkuat peran pendidikan dalam mencegah radikalisme. Dengan sinergi bersama Satgas Madago Raya, lembaga ini optimistis dapat membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta damai.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *