Yayasan Gerakan Sejadah Palu: Komitmen Memberantas Paham Radikal dan Meningkatkan Pendidikan Keagamaan

waktu baca 2 menit
Yayasan Gerakan Sejadah Palu berlokasi di Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. (Foto : ist).

Diksi.net, Sigi – Berdiri sejak 2021, Yayasan Gerakan Sejadah Palu berlokasi di Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Dengan kantor pusat di Perumahan Citra Alam Blok B1 No. 1 dan asrama di Perumahan Green Andara, yayasan ini didirikan oleh pasangan Ridwan dan Murniati. Yayasan ini menaungi dua bidang utama, yaitu Rumah Qur’an Nur Ikhlas dan Panti Asuhan Gerakan Sejadah Palu. Fasilitas yang tersedia meliputi asrama, ruang belajar Al-Qur’an, dan perpustakaan.

Pendirian yayasan ini telah disahkan secara hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0018165.AH.01.Tahun 2021. 

Yayasan ini juga dikenal aktif dalam memberikan pembinaan fisik, mental, dan spiritual kepada anak-anak asuhnya, serta berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan nonformal.

BACA JUGA :  Gerhana Bulan Total, Sulteng Juga Dapat Menyaksikan

Pendiri yayasan, Murniati, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap sejumlah yayasan pendidikan berbasis agama yang digunakan sebagai kedok oleh kelompok radikal untuk menyebarkan paham-paham berbahaya kepada remaja. Menurutnya, modus ini cukup sulit terdeteksi karena pelaku memanfaatkan payung hukum untuk menghindari kecurigaan. Ia menyebut adanya kasus penutupan salah satu sekolah di Desa Tinggede akibat terindikasi menyebarkan paham radikal.

“Kami di Yayasan Gerakan Sejadah Palu selalu menyeleksi tenaga pengajar baru dan memastikan mereka bebas dari pengaruh paham radikal. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga lingkungan yayasan tetap aman dan kondusif,” ujar Murniati.

BACA JUGA :  Eks-Napi Teroris Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

Yayasan Gerakan Sejadah Palu juga bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam menangkal penyebaran paham radikal. Kunjungan tim kepolisian ke yayasan telah membantu memberikan masukan terkait bahaya paham radikal. Pihak yayasan berkomitmen untuk mendukung aparat keamanan dan instansi terkait dalam upaya ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian aparat kepolisian. Kami juga menolak tegas segala bentuk paham radikal yang dapat memicu tindakan terorisme,” tegas Murniati.

Ridwan, salah satu pendiri yayasan, menjelaskan bahwa Yayasan Gerakan Sejadah Palu awalnya menggunakan rumah pribadi sebagai kantor sekretariat sebelum akhirnya memiliki bangunan sendiri di Desa Tinggede Selatan. Bangunan ini berdiri di atas lahan hibah dari salah satu donatur yayasan.

BACA JUGA :  Rusman Ramli kembali Dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Palu Periode Ketiga

Proses pembangunan dilakukan dengan mengajukan proposal ke berbagai instansi pemerintah dan swasta, serta menerima donasi dari masyarakat. Yayasan juga menggalang dana melalui media sosial, seperti akun Facebook “Sejadah Palu,” untuk mendukung operasional dan pengembangan fasilitasnya.

Saat ini, Rumah Qur’an Nur Ikhlas memiliki 38 peserta, sementara Panti Asuhan Gerakan Sejadah Palu mengasuh enam anak. Dengan semangat pengabdian, Yayasan Gerakan Sejadah Palu terus berkomitmen memberikan pendidikan keagamaan yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *