Wagub Sulteng Terima Kunjungan Komisi VIII DPR RI, Bahas Mitigasi Bencana hingga KLB Campak

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di ruang Polibu Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).

Rombongan Komisi VIII dipimpin oleh Sigit Purnomo Said, yang pernah menjabat Wakil Wali Kota Palu periode 2015–2020. Turut hadir pejabat utama mewakili Kepala BNPB dan Kementerian Sosial yang menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan dan kebencanaan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih atas penyerahan bantuan dari Kementerian/Lembaga mitra Komisi VIII.

BACA JUGA :  3 Meninggal dan 4 Orang Dinyatakan Hilang Dampak Banjir Bandang Parimo

“Kunjungan ini sangat penting untuk menyerap aspirasi daerah sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di Sulawesi Tengah,” ujar Reny.

Wagub mengingatkan bahwa pengalaman gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi tahun 2018 menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk membangun sistem ketangguhan bencana guna menekan korban jiwa dan kerugian materi.

Selain ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi, saat ini Sulteng juga menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Campak. Pemerintah provinsi telah menjalankan program imunisasi tambahan Outbreak Response Immunization (ORI) yang menargetkan anak balita.

BACA JUGA :  BPBD Poso Serahkan Bantuan bagi Warga Terdampak Angin Puting Beliung

“Kami berharap dukungan dan perhatian dari Komisi VIII DPR RI beserta K/L mitranya dapat memperkuat langkah mitigasi, baik terhadap bencana alam maupun bencana non-alam seperti wabah penyakit,” tambahnya.

Wagub Reny Lamadjido juga menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut membawa berkah dan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Usai pertemuan, rombongan Komisi VIII DPR RI berencana meninjau langsung lokasi Masjid Terapung di Pantai Taman Ria yang tersapu tsunami serta Kelurahan Balaroa yang terdampak likuifaksi pada 2018.

BACA JUGA :  Sekda Palu Buka Diklat Paskibraka 2025
Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *