Wagub Sulteng Dorong Optimalisasi Aplikasi SEHATI

waktu baca 2 menit
Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido. (Foto : Humas Pemprov Sulteng).

Diksi.net, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menggenjot layanan kesehatan melalui Program BERANI Sehat. Dalam sosialisasi yang digelar secara virtual pada Rabu (23/4/2025), Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido mengajak seluruh fasilitas kesehatan mengoptimalkan penggunaan Aplikasi SEHATI (Sehat Indonesia).

Sosialisasi yang berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur ini dihadiri para kepala rumah sakit, puskesmas se-Sulawesi Tengah, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil, BPJS, dan instansi terkait lainnya.

Reny menegaskan bahwa Program BERANI Sehat merupakan terobosan strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Sejak diluncurkan pada 13 April 2025, program ini telah melayani lebih dari 1.019 orang hanya dalam 10 hari.

BACA JUGA :  Eks Napiter Bersyukur diamankan Oleh Satgas dan Menyesali Perbuatannya Dahulu

“Program ini memudahkan masyarakat, terutama peserta BPJS yang sebelumnya nonaktif. Kini, mereka cukup datang ke puskesmas atau rumah sakit rekanan BPJS untuk langsung mengaktifkan kepesertaan tanpa proses berbelit,” ujar dr. Reny.

Ia menjelaskan, program ini berlaku khusus bagi masyarakat yang memiliki KTP Sulawesi Tengah. Bahkan, warga yang belum memiliki BPJS juga tetap bisa mengakses layanan, selama memiliki identitas KTP Sulteng.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Palu Lantik Pejabat Baru

“Untuk layanan gawat darurat bisa langsung ke rumah sakit. Sementara layanan rawat jalan tetap harus melalui proses rujukan dari puskesmas,” tambahnya.

Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya pelaporan cepat kepada Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan bagi warga yang belum memiliki jaminan kesehatan. 

“Dalam waktu 3 x 24 jam, jaminan harus sudah aktif agar klaim ke BPJS tidak terhambat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Beragam Ancaman Intai Kelestarian Megalit

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Wayan Apriani, menjelaskan bahwa Aplikasi SEHATI dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan layanan jaminan kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin dan belum terdaftar.

“SEHATI adalah solusi digital untuk mempercepat pengajuan, verifikasi, hingga penerbitan jaminan kesehatan secara transparan dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara rumah sakit, dinas kesehatan, dan dinas sosial makin solid dengan hadirnya aplikasi ini, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa kendala administratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *