Wagub Reny Lamadjido Tekankan Higienitas dan Inovasi UMKM pada Rakerda APJI Sulteng

waktu baca 3 menit

Diksi.net, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VI Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan UMKM dan Jasa Boga dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah” itu diikuti pengurus dan anggota APJI dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, dewan penasehat organisasi, serta pelaku UMKM binaan.

Dalam sambutannya, Reny menekankan pentingnya menjaga higienitas dan kualitas penyajian makanan, terutama dalam sektor jasa boga dan pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut dia, kebersihan makanan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan pelaku usaha jasa boga karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA :  DLH Sulteng Sulap Sampah Plastik Jadi BBM di Environmental Fest 2025

“Saya sebagai tenaga kesehatan meminta agar aspek higienitas benar-benar menjadi perhatian utama. Program pemenuhan gizi sangat baik, tetapi penyajian makanan juga harus sehat, bersih, dan tepat waktu agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak,” ujar Reny.

Ia juga mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM kuliner yang mulai menghadirkan sajian dengan tampilan menarik dan porsi yang lebih praktis. Selain itu, pengembangan kue dan makanan khas daerah dinilai memiliki potensi besar menjadi identitas kuliner Sulawesi Tengah.

Menurut Reny, Rakerda APJI memiliki arti penting sebagai forum konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, sekaligus perumusan arah kebijakan organisasi dalam menghadapi tantangan industri jasa boga yang terus berkembang.

“Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, sektor jasa boga dituntut terus bertransformasi. Pelayanan berkualitas, higienitas makanan, inovasi menu, pemanfaatan teknologi digital, hingga kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi faktor utama dalam memenangkan persaingan,” katanya.

BACA JUGA :  Peran Media Dalam Memberikan Pendidikan Politik

Reny berharap seluruh anggota APJI dapat terus menjaga standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa boga daerah.

Sementara itu, Ketua DPD APJI Sulawesi Tengah Imelda Liliana Muhidin mengatakan, tema Rakerda tahun ini menjadi arah perjuangan organisasi untuk hadir sebagai wadah yang aktif, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurut Imelda, APJI terus memperkuat sinergi internal organisasi maupun kolaborasi eksternal bersama pemerintah, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya.

Ia menjelaskan, APJI juga aktif menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku jasa boga, termasuk pelatihan Chef de Partie yang menjadi salah satu syarat bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA :  WNA Diduga Terlibat PETI di Parigi Moutong, Aktivitas Tambang Ilegal Resahkan Warga

“Dari 29 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 23 peserta dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan sertifikasi Chef de Partie. Sertifikasi ini sangat dibutuhkan bagi dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ke depan, APJI Sulawesi Tengah akan menggelar berbagai kegiatan pembinaan UMKM, seperti cooking demo serta pelatihan pembuatan roti, donat, dan kue tradisional yang melibatkan pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Rakerda VI APJI Sulawesi Tengah juga dirangkaikan dengan pameran UMKM yang diikuti 25 pelaku usaha, termasuk lima UMKM disabilitas. Kegiatan tersebut turut menghadirkan sesi talkshow terkait pengembangan UMKM dan jasa boga daerah.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *