Wagub Ajak Pemda Kab/Kota Bersinergi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem
Diksi.net, Palu – Wakil Gubernur Ma’mun Amir menghadiri Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah. Acara ini berlangsung di ruang Nagaya, Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis, (13/06/2024).
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk unsur Forkopimda Sulteng, Bupati dan Walikota se-Sulawesi Tengah, Kepala Perangkat Daerah, pimpinan perbankan, dan pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wagub Ma’mun Amir menekankan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2024.
“Terdapat tiga indikator utama yang digunakan untuk menilai kinerja percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem oleh pemerintah daerah: realisasi belanja pendanaan kemiskinan ekstrem, kepatuhan pemerintah daerah dalam penggunaan, verifikasi, dan pelaporan data pelaksanaan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), serta kinerja penanggulangan kemiskinan daerah,” ungkap Ma’mun Amir.
Wagub mengungkapkan bahwa empat wilayah di Sulawesi Tengah telah mencapai target nasional dalam penurunan kemiskinan ekstrem. Wilayah tersebut adalah Banggai, yang menurun dari 5.061 jiwa atau 1.44 persen pada tahun 2022 menjadi 0 persen pada tahun 2023, Buol yang menurun dari 1.24 persen pada tahun 2022 menjadi 0.52 persen pada tahun 2023, Kota Palu yang menurun dari 1.63 persen pada tahun 2022 menjadi 0.58 persen pada tahun 2023, dan Morowali, yang menurun dari 3.24 persen pada tahun 2022 menjadi 0.73 persen pada tahun 2024.
Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah juga mengalami penurunan tingkat kemiskinan ekstrem pada tahun 2023. Kabupaten tersebut adalah Poso (1.80 persen), Donggala (1.94 persen), Toli-Toli (1.14 persen), Tojo Una-Una (1.31 persen), Banggai Laut (1.67 persen), Sigi (2.07 persen), dan Parigi Moutong (2.41 persen).
Namun, dua kabupaten, yakni Banggai Kepulauan dan Morowali Utara, mengalami kenaikan angka kemiskinan ekstrem pada tahun 2023. Banggai Kepulauan meningkat dari 1.34 persen pada tahun 2022 menjadi 1.87 persen pada tahun 2023, sementara Morowali Utara meningkat dari 3.04 persen pada tahun 2022 menjadi 3.38 persen pada tahun 2023.
“Kedepan seluruh Kabupaten dan Kota untuk segera berkoordinasi dengan pihak swasta dalam memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem serta menjamin ketepatan sasaran penerima bantuan,” ucap Wagub Sulteng.
Wagub berharap agar pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota terus bersinergi dalam mengintervensi program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah. “Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” tutup Wagub.



