Stafsus Mentan RI Dorong Petani Milenial Manfaatkan Lahan Tidur

waktu baca 2 menit
Stafsu Mentan RI, Yesiah Ery Tamalagi lakukan peninjauan lahan tidur, dan mendorong petani milenial manfaatkan lahan tersebut untuk mendukung ketersedian kebutuhan pangan lokal. (Foto : ist).

Diksi.net, Morowali Utara – Desa yang berada di lingkar tambang sesungguhnya harus menjadi penyedia kebutuhan pangan bagi para pekerja di perusahaan tambang.

Terkait hal tersebut, Staf Khusus Menteri Pertanian RI Yesiah Ery Tamalagi mendorong petani milenial di Desa Tanauge, desa paling dekat lingkar tambang GNI di Morowali Utara, Kamis (10/8).

Bersama PPL Pertanian Morowali Utara, Dinas Pertanian Morowali Utara dan Mantri Hewan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Tanauge yang ditempuh melalui jalur laut selama kurang lebih satu jam.

BACA JUGA :  Tojo Una-una Daerah Paling Rawan Netralitas ASN

“Tanah kalian sangat potensi untuk menghasilkan kebutuhan pangan para pekerja tambang. Ini sudah pernah ada tanaman rica yang dikelola PKK. Kawan-kawan masih bisa mengembangkan ini dengan beberapa komoditas pertanian lain termasuk ayam pedaging,” kata Yesiah Ery Tamalagi saat meninjau langsung kondisi lahan tidur di desa Tanauge bersama pengurus Karang Taruna dan sejumlah pemuda.

BACA JUGA :  PB-PIB Gelar Ziarah Akbar Kunjungi Makam Ulama dan Tokoh di Kota Palu

“Rica disini pak Stafsus sangat subur, masih bebas dari hama, berbeda dengan tanaman rica di desa lain yang ada di Petasia. Tinggal perawatan kebunnya saja yang harus kita dorong,” kata Trisna selaku PPL Tanauge.

Setelah melakukan serangkaian peninjauan lapangan termasuk melihat calon lahan bagi kandang ayam pedaging, komoditas rica, tomat, kangkung dan jagung, disepakati untuk segera ditindaklanjuti dengan pembersihan lahan yang akan dilanjutkan dengan gerakan tanam bersama petani milenial di desa Tanauge.

BACA JUGA :  Pengurus Maporina Sulawesi Tengah Dilantik

“Ke depan lahan ini bisa menjadi percontohan buat gerakan tanam yang mengarah pada agroeduwisata dan pertanian terintegrasi karena lahan ini berada di pinggiran aliran sungai yang terus mengalir,” harap Yesiah Ery Tamalagi kepada Kadispora Morowali Utara dan Protokol Pemkab Morut, yang ikut mendampingi turun lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *