PPTQ Amana Poso Bukan Bagian Dari Kelompok Redikal

waktu baca 3 menit
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Amanah. (Foto : Istimewa).

Diksi.net, Poso – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Amanah telah berjalan sejak 2022 lalu dan dilakukan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Kabupaten Poso. Disamping itu, mendapatkan dukungan yang baik dari masyarakat setempat.

Salah satu pengajar, Ustadz Autad menjelaskan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Amanah dikhususkan untuk putra dan Pondok pesantren ini berlokasi di Dusun Ratalemba (Tamanjeka), Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Pondok pesantren tersebut memiliki tingkatan pendidikan yang ada di dalamnya mulai dari Tingkat Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA), SD, SMP, hingga SMA.

“Terimakasih kepada pihak Kepolisian dari Satgas I Ops Madago Raya yang telah berkunjung ke pondok pesantrennya di Tamanjeka yang sekaligus memberikan bantuan,” ungkap ustad Autad, Selasa (27/02/2024).

BACA JUGA :  CPM Peduli: Khitan Massal dan Bantu Kaum Difabel

Ia berharap dengan kunjungan ini dapat mempererat hubungan silaturahmi dan komunikasi yang baik, dan buat pihak Kepolisian pondok pesantrennya selalu terbuka termasuk bagi siapa saja asalkan memiliki tujuan baik.

 “Pihak Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Amanah memang benar memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan para eks napiter yang ada di wilayah Tamanjeka, namun pihak pondok pesantren bukan bagian dari pemahaman atau ideologi kelompok mereka, justru kami dari pihak pondok pesantren bertujuan untuk merangkul kemudian merubah pola pikir mereka agar menjadi warga yang baik, dan tidak lagi melakukan hal-hal seperti apa yang mereka lakukan sebelumnya yang hanya merugikan diri sendiri,” lanjutnya.

BACA JUGA :  KPU Kota Palu Targetkan Partisipasi Pemilih 78 persen pada Pilkada 2024

Di waktu yang sama, Ustadz Burhan Alarnauth yang juga merupakan pengurus Pondok Pesantren menyampaikan pendidikan atau yang diajarkan didalamnya, selain pelajaran Tahfidzul Qur’an, juga ada pelajaran-pelajaran agama lainnya. Dalam prosesnya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Amanah Poso dan juga dibawah pengawasan Yayasan Wakaf Amanatul Ummah Poso.

“Selain pelajaran agama ada juga kegiatan rutin sehari-hari seperti shalat wajib lima waktu, shalat tahajud, Qiraah dan olahraga, kemudian anak-anak santri yang mondok di Pesantren Tahfidzul Qur’an Amanah Tamanjeka mengikuti ujian, namun ujian yang diikuti hanya bersifat ujian paket, yang nantinya akan bergabung bersama ujian paket yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Amanah Putra Poso,” jelas Ustadz Burhan Alarnauth.

BACA JUGA :  Angka Perkawinan Anak Sulteng Masuk Lima Besar Se-Indonesia

Sebagai pengurus pondok, ia berharap agar pondok ini berkembang seperti pondok-pondok pesantren lainnya, dan terus mendapat dukungan dari masyarakat maupun dari pemerintah. Dirinya juga berharap kepada pemerintah agar bisa membantu pembangunan serta sarana yang dibutuhkan oleh pondok, sehingga proses kegiatan belajar mengajar lebih baik lagi dan juga nyaman bagi para santri, karena saat ini masih menggunakan fasilitas seadanya.

Keduanya juga berkata bahwa, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Amanah bukan bagian dari kelompok anti pemerintah yang berdalih agama dengan paham yang  dimiliki, kami tidak mendukung serta menolak adanya kelompok yang memiliki pemahaman radikal berkembang di wilayah Kabupaten Poso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *