PPI Amanah Putri Poso Bersinergi dengan Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme
Diksi.net, Poso – Pondok Pesantren Islam (PPI) Amanah Putri di Kabupaten Poso menegaskan komitmennya mendukung Satgas Operasi Madago Raya 2025 dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran. Di bawah naungan Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU), pesantren ini aktif mempromosikan pendidikan agama moderat dan wawasan kebangsaan untuk menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah Poso.
PPI Amanah Putri, yang dipimpin oleh Agus Salim alias Ustaz Hudzaifah, S.Pd., berlokasi di Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota. Ustaz Hudzaifah, yang juga dai dan tenaga pengajar YWAU, memimpin pesantren ini bersama pengurus yang dipimpin oleh Ustaz Yusrin Ichtiawan, SH. Pesantren ini didirikan oleh K.H. Muh. Adnan Arsal, S.Ag., yang juga menjabat sebagai pembina.
PPI Amanah Putri telah memiliki izin operasional dari Kementerian Agama Kabupaten Poso, dengan kurikulum berbasis standar nasional. Dari 23 tenaga pengajar, dua di antaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), menunjukkan profesionalisme dalam pengelolaan pendidikan.
Pimpinan dan pengurus PPI Amanah Putri, bersama YWAU, telah menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendeklarasikan pembubaran kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Poso. “Kami tidak lagi menunjukkan sikap intoleran atau anti-pemerintah. Kami fokus pada pendidikan agama yang moderat dan mendukung keamanan wilayah,” ujar Ustaz Hudzaifah.
Pesantren ini menolak keras paham radikal yang dapat memicu aksi terorisme, keresahan masyarakat, kerugian ekonomi, dan melemahkan nasionalisme. Untuk itu, PPI Amanah Putri bekerja sama dengan Satgas Madago Raya, membuka pintu bagi kunjungan aparat keamanan untuk berbagi masukan dan memperkuat sinergi.
PPI Amanah Putri saat ini mendidik 153 santriwati yang tinggal di asrama, kecuali dalam kondisi sakit. Para santriwati berasal dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tojo Una-Una, Morowali Utara, Kota Palu, dan wilayah Napu di Kecamatan Lore Utara, Poso. Pesantren ini juga menyelenggarakan Ujian Nasional untuk kesetaraan tingkat MTs (Kamad Wustho) dan Aliyah (Kamad Ulya), memastikan santriwati mendapatkan pendidikan yang diakui secara nasional.
Pendidikan di pesantren mengintegrasikan pelajaran agama dengan wawasan kebangsaan, dengan fokus pada pembentukan karakter yang moderat dan cinta tanah air. Kegiatan ekstrakurikuler juga diadakan untuk memperkaya pengalaman belajar santriwati.
Ustaz Hudzaifah menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan rutin Satgas Operasi Madago Raya. “Kami selalu terbuka menerima kedatangan Satgas. Kerja sama ini penting untuk menjaga situasi Poso tetap kondusif,” katanya. Ia menegaskan bahwa pesantren berkomitmen mendukung upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi, sejalan dengan tujuan Satgas untuk memelihara keamanan.
Satgas Madago Raya terus mengajak PPI Amanah Putri untuk bersinergi dalam menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham radikal. Upaya ini melibatkan pendidikan agama moderat, penguatan wawasan kebangsaan, dan pelaporan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Pencegahan radikalisme membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan tokoh agama. PPI Amanah Putri menekankan pentingnya pendidikan agama yang moderat sebagai benteng melawan paham ekstrem. “Jika dibiarkan, radikalisme dapat menghancurkan keharmonisan masyarakat dan nasionalisme,” ujar Ustaz Hudzaifah.
Dengan situasi keamanan di Poso yang semakin kondusif, PPI Amanah Putri berkomitmen menjaga stabilitas wilayah melalui pendidikan dan kerja sama dengan aparat keamanan. Pesantren ini menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.



