Potensi Sulteng di Sektor Pertanian, Kawasan Industri Hingga IKN Jadi Target

waktu baca 2 menit
Walaupun ditengah terjangan El Nino hingga di penghujung tahun 2023, Sektor pertanian Sulawesi Tengah (Sulteng) mampu mencatatkan hasil yang positif jauh lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Walaupun ditengah terjangan El Nino hingga di penghujung tahun 2023, Sektor pertanian Sulawesi Tengah (Sulteng) mampu mencatatkan hasil yang positif jauh lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Walupun El Nino melanda Indonesia tidak terkecuali Sulteng, namun sektor pertanian mampu mencatatkan hasil yang cukup baik dengan menjadi Provinsi ke 4 Se-Indonesia yang survive,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, Sabtu (06/01/2024).

Sementara itu, untuk produksi gabah kering giling sulteng dapat mencapai 814.424 ton, mengalami keniakan sebesar 9,41 persen di banding tahun 2022 yang hanya sebanyak 744.409 ton gabah kering giling. Sedangkan, luas panen padi tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar 4,52 persen dibanding tahun 2022 dengan luas panen di tahun 2023 sebesar 176.624 hektar sementara di 2022 sebesar 168.993 hektar.

BACA JUGA :  Vale Siapkan Angkatan Tenaga Kerja Lokal Morowali Berdaya Saing

“Produktivitas padi di tahun 2023 sebesar 46,11 kuintal per hektar, mengalami kenaikan sebesar 4,68 persen dibanding tahun 2022 yang hanya sebesar 44,05 kuintal  per hektar,” lanjut Nelson.

Untuk tahun 2023, peovinsi Sulawesi Tengah juga telah menerima padi hibrida seluas 27.850 hektar  atau 20 persen dari total luas baku sawa di Sulteng dengan total luas 136.195 hektar.

Dengan hasil produksi tersebut, Kementerian Pertanian RI menetapkan Sulteng sebagai salah satu provinsi yang mampu bertahan ditengah terpaan El Nino. Bahakan, hasil pertanian Sulteng dengan jumlah tersebut telah melibihi tingkat konsumsi beras yang berkisar 118 kilogram per kapita per tahunnya.

BACA JUGA :  Pencuri Spesialis Rumah Kosong diamankan Aparat

“Berdasarkan jumlah penduduk Sulteng yang berjumlah 3,1 juta jiwa lebih, konsumsi beras masyarakat dalam setahunnya berkisar 367.630 ton per tahun. Sehingga dapat dikatakan bahwa sulteng masih surplus sebanyak 107.970 ton,” Kata Nelson.

Ditahun sebelumnya pun, Sulteng dicatatkan mencapai hasil yang positif dengan surplus beras mencapai 86 ribu ton lebih dari total capaian 450 ribu ton lebih. Capaian tersebut, kata Nelson mengindikasikan bahwa sektor pertanian Sulteng memiiki potensi yang cukup besar. Sehingga tidak menutup kemungkinan impian pemerintah untuk penopang kebutuhan pangan di kawasan Industri di beberapa Kabupaten dan kebutuhan pangan di IKN kelak dapat terwujudkan.

Meski demikian tantangan di sektor pertanian Sulawesi Tengah bukan tanpa kendala, Produktivitas padi tergolong masih dibahwa rata-rata nasional yang mampu mencatatkan 5,2 hingga 5,4 kuintal perhektar, sementara hasil produksi sulteng masih di angka 4,5 hingga 4,8 kuintal per hektarnya. Harusnya, dari analisis yang dilakukan potensi panen di daerah tersebut mampu mencapai 8,0 hingga 8,2 kuintal per hektar.

BACA JUGA :  PT CPM dan BPJS Hadirkan Perlindungan bagi Pekerja Informal Lingkar Tambang

Disisi lain, data ‘Sulawesi Dalam Angka Tahun 2022’ milik BPS Sulteng memperlihatkan data produktivitas produksi beras Sulteng tergolong fluktuatif. Produksi tahun 2020 misalnya tercatat 475.726 ton, naik di tahun 2021 menjadi 508.940 ton. Jumlah itu turun di tahun 2022 menjadi 450.548 ton. Pemenuhan alat pertanian untuk petani, bibit, dan pupuk menjadi tantangan bagi pengembangan pertanian padi sawah di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *