Pemkot Palu Jajaki Kerja Sama dengan IMV Jepang untuk Perkuat Sistem Mitigasi Gempa dan Tsunami

waktu baca 2 menit
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. (foto : ist).

Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Langkah konkret dilakukan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan IMV Corporation Jepang, produsen teknologi sensor gempa (seismometer) canggih.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin pertemuan pembahasan rencana kerja sama tersebut bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, JICA, dan perwakilan IMV Corporation Jepang. Pertemuan digelar di ruang kerja Wakil Wali Kota, Senin (8/6/2026).

Advisor JICA Project, Ibrahim Djamaluddin, menjelaskan bahwa IMV Corporation adalah perusahaan Jepang yang memproduksi teknologi sensor gempa berkualitas tinggi.

BACA JUGA :  Kongres Ke-III DPP IKAPTK Sulteng di Hadiri Kemendagri

“IMV Corporation Jepang ini adalah produsen pembuat sensor gempa. Kami datang ke Pemerintah Kota Palu untuk memperkenalkan teknologi ini dan menjajaki peluang kerja sama ke depan dalam memitigasi bahaya gempa di Kota Palu,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, teknologi seismometer buatan IMV memiliki peran strategis dalam penguatan sistem mitigasi bencana. Alat ini mampu mendeteksi aktivitas seismik secara rinci, melindungi infrastruktur vital, serta mendukung sistem peringatan dini (early warning system) gempa bumi dan tsunami.

BACA JUGA :  BPBD Poso Serahkan Bantuan bagi Warga Terdampak Angin Puting Beliung

“Penggunaan sensor ini dapat mengamankan aset-aset infrastruktur, memberikan informasi early warning ketika terjadi gempa dan tsunami, serta menyediakan data yang lebih akurat untuk perencanaan tata ruang ke depan,” jelas Ibrahim.

Ia menambahkan, data seismik yang dihasilkan akan menjadi acuan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan berbasis mitigasi risiko bencana.

Melalui pertemuan ini, JICA berharap Pemkot Palu segera mengambil langkah lanjutan dengan mengajukan permintaan resmi kepada Pemerintah Jepang. JICA menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi proses tersebut.

“Kami berharap ada aksi konkret dari Pemkot Palu, yaitu mengajukan permintaan kepada pihak Jepang melalui JICA. Kami siap memfasilitasi pembicaraan tersebut,” tegas Ibrahim.

BACA JUGA :  Mensos Kunjungi Lokasi Banjir di Kab. Sigi

Palu memang dikenal memiliki tingkat kerentanan gempa dan tsunami yang tinggi. Kolaborasi internasional dengan Jepang, negara yang memiliki pengalaman panjang dalam teknologi mitigasi bencana, diharapkan dapat menghasilkan sistem peringatan dini yang lebih tangguh, sehingga mampu melindungi nyawa warga dan infrastruktur kota.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Palu dalam membangun ketahanan kota terhadap ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *