Pemkot Palu Genjot Budidaya Komoditas Unggulan
Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus mengakselerasi penguatan ketahanan dan kemandirian pangan daerah. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, memimpin langsung rapat evaluasi pelaksanaan Program Palu Mantap Pangan di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (1/9/2026).
Rapat evaluasi tersebut berfokus pada capaian program di dua wilayah strategis, yakni Kecamatan Palu Utara dan Kecamatan Tawaeli. Pertemuan ini digelar guna memastikan target pemanfaatan lahan pertanian di tingkat kelurahan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Agenda strategis ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Camat Palu Utara, Camat Tawaeli, para lurah, serta jajaran instansi terkait.
Dalam arahannya, Wali Kota Hadianto Rasyid menegaskan pentingnya evaluasi berkala untuk memantau fakta dan kendala riil di lapangan. Pemkot Palu telah menetapkan target minimal satu hektare lahan produktif untuk dikembangkan di setiap kelurahan.
“Saya mengundang langsung para camat dan lurah di Palu Utara dan Tawaeli untuk mendengarkan laporan capaian program Palu Mantap Pangan. Kita ingin memastikan target satu hektare per kelurahan benar-benar terealisasi,” ujar Hadianto.
Hadianto menambahkan, Program Palu Mantap Pangan secara khusus difokuskan pada budidaya lima komoditas hortikultura utama yang memiliki nilai ekonomi dan permintaan pasar yang tinggi, yaitu, bawang merah, cabai, tomat, selada dan Sawi.
“Secara akumulatif, setiap kelurahan wajib memenuhi target penanaman satu hektare dari lima komoditas unggulan ini. Hasil panen inilah yang nantinya akan diserap dan menyuplai kebutuhan pasar lokal,” jelas Wali Kota.
Dalam laporan perkembangan wilayah, perwakilan Kelurahan Mamboro Barat menyampaikan bahwa saat ini telah mengelola lahan seluas 0,479 hektare yang tersebar di tiga titik lokasi.
Masyarakat setempat aktif membudidayakan tanaman hortikultura seperti kangkung, bayam merah, terong, kacang panjang, hingga selada. Bahkan, beberapa komoditas di wilayah tersebut tercatat telah sukses dipanen hingga tiga kali.
Meski memberikan apresiasi atas progress positif tersebut, Wali Kota menekankan agar seluruh kelurahan tidak berpuas diri dan terus mendongkrak perluasan lahan hingga mencapai target 100 persen.
Melalui Program Palu Mantap Pangan, Pemkot Palu berkomitmen mendorong pemanfaatan lahan menganggur menjadi kawasan produktif. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga memutar roda perekonomian warga berbasis produksi lokal.
