Palu Mama Menari: Wadah Perempuan Tanah Tadulako Lestarikan Budaya
Diksi.net, Palu – Komunitas Palu Mama Menari hadir sebagai ruang berekspresi bagi para perempuan di Tanah Tadulako untuk melestarikan budaya lokal sekaligus merawat kesehatan mental melalui seni pertunjukan.
Sejak resmi berdiri pada 29 Januari 2025, wadah ini aktif mengajak para anggota belajar gerak tari daerah secara berkelanjutan.
Inisiator sekaligus pendiri komunitas, Mutmainah Korona, memprakarsai wadah ini agar perempuan di Kota Palu memiliki sarana mengembangkan minat seni tanpa kehilangan akar tradisi. Anggota DPRD Kota Palu tersebut merancang komunitas ini sebagai ruang inklusif bagi mama-mama setempat.
Ketua Palu Mama Menari, Fanty Juliarsi Hafid, menyampaikan bahwa kegiatan komunitas ini melampaui sekadar olah gerak dan estetika panggung. Fanty menegaskan pentingnya interaksi antaranggota dalam membangun dukungan emosional sesama perempuan.
”Kebersamaan melalui tari memberikan kesempatan bagi para anggota untuk saling mengenal, belajar, dan mendukung satu sama lain,” kata Fanty melalui pesan singkat.
Fanty menambahkan, Palu Mama Menari dirancang menjadi ruang aman dan sarana pemulihan diri bagi perempuan dari pelbagai latar belakang. Aktivitas fisik yang teratur dalam suasana hangat dinilai efektif membantu menjaga kesehatan jiwa serta raga para anggota.
Dalam menjalankan operasional dan program latihan rutin, kepengurusan komunitas didukung oleh Christine Cahyani Larekeng sebagai pelatih tari, Andi Amalia Rasyid yang mengelola keuangan sebagai bendahara, serta Ussi Onya yang menjalankan peran sebagai manajer komunitas.
Melalui latihan berkala dan pertunjukan seni kearifan lokal, Palu Mama Menari membuktikan peran strategis perempuan dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat.
