Mantan Ketua Mantiki III JI berpesan Agar Tidak Mudah Ikuti Ajakan Atasnama Agama

waktu baca 2 menit
Mantan Ketua Mantiki III Jemaah Islamiah, Nasir Abas. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di lingkup pendidikan, Universitas Tadulako berkolaborasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri melaksanakan Pelatihan Bela Negara Bagi Mahasiswa Baru Universitas Tadulako.

Pelatihan tersebut, dilaksanakan di Auditorium Universitas Tadulako mulai dari 27 – 30 November 2023. Serta akan di menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai kalangan.

Salah satu narasumber adalah mantan Ketua Mantiki 3 Jemaah Islamiah (JI), Nasir Abas mengatakan kepada para peserta, agar tidak mudah menerima ajakan yang mengatasnamakan agama untuk melawan pemerintah, khususnya melakukan aksi terorisme.

BACA JUGA :  Yayasan An-Najiyah Wahdah Islamiyah Dukung Operasi Madago Raya Cegah Penyebaran Paham Radikal

“kebanyakan mahasiswa akan terpapar melalui pertemuan yang telah di ikuti, seperti kelas agama, pengajian, dan media sosial. Awal dari orang tersebut terpapar paham radikalisme adalah karena tidak menghargai perbedaan,” ungkap Abas, Senin (27/11/2023).

Lanjut Abas, karena tidak menghargai merupakan awal terjadinya intoleran akhirnya berkembang hingga menjadi radikalsime.

Semasa dirinya masih aktif dalam pergerakan JI dan menjabat sebagai Ketua Mantiki 3, Abas membawahi berbagai daerah, mulai dari Malaysia, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Selatan Filipina.

BACA JUGA :  Peranan 7 Tersangka Sindikat TPPO Lintas Provinsi

Di semua daerah tersebut, Abas mengaku mengetahui sepenuhnya sepak terjang JI. Mulai dari perekrutan anggota hingga menggerakan masyarakat.

“Saya pun akhirnya memutuskan keluar karena kebanyakan perbuatan rekan-rekan saya membunuh warga sipil yang tidak bersalah. Disamping itu, Indonesia bukan daerah perang, sehingga apa yang menjadi tindakan kami dahulu adalah aksi terorisme,” tuturnya.

Abas juga memberikan pendapatnya atas peristiwa yang terjadi di Bitung beberapa waktu lalu, bahwa kejadian tersebut merupakan salah satu bukti tidak menghargai perbedaan dan tidak mengikuti kebijakan pemerintah.

BACA JUGA :  Irhan Hana Bento: Dari Perencana Bom, Penjaga Keamanan, Berjuang Demi Keluarga

“Alhamdulillah peristiwa tersebut, segera diamankan dan di damaikan oleh pihak yang berwenang. Semoga hal tersebut juga terjadi di daerah lainnya khusunya Sulawesi Tengah,” ucap Abas.

Perbuatan tersebut, Kata Abas hanya di lakukan oleh oknum-oknum, maka tidak seharusnya masyarakat mengikuti perilaku oknum tersebut untuk melakukan perbuatan yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *