Longki Djanggola Soroti Pelanggaran SOP Dapur MBG di Sulteng

waktu baca 2 menit
Anggota Komisi II DPR RI Longki Djanggola. (Foto : ist).

Diksi.net, Palu – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, menyoroti kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Banggai dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menjadi penyebab utama insiden ini.

Longki menjelaskan, dapur MBG melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, pelaku usaha daerah, TNI, Polri, BIN, serta dipimpin oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan didampingi ahli gizi. Mereka bertugas memastikan seluruh proses, mulai dari penyiapan bahan baku, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi berjalan sesuai standar higienitas dan keamanan pangan.

BACA JUGA :  Jaringan Friends of the Earth Menolak Investigasi Bermasalah Atas Pelanggaran Lingkungan dan HAM Oleh Perusahaan Sawit Indonesia AAL

“Semua bahan baku harus diperiksa ketat. Jika ada bahan yang tidak layak, harus ditolak dan diganti. Makanan harus disajikan segar, bukan dimasak sejak malam atau memanaskan sisa makanan,” tegas Longki.

Untuk mencegah kasus serupa, Longki menyarankan agar penggunaan ikan jenis tuna, cakalang, atau ekor kuning dihentikan karena kandungan alergennya yang tinggi jika sudah tidak segar. “Ikan-ikan ini harus disortir satu per satu. Memang memakan waktu, tapi ini demi keamanan anak-anak kita,” ujarnya.

BACA JUGA :  Konser Iwan Fals di Padati Ribuan Penonton

Longki juga meminta pengelola dapur bekerja dengan penuh tanggung jawab, mengingatkan bahwa makanan yang disiapkan ditujukan untuk anak-anak. “Bayangkan mereka anak kita sendiri. Jangan sampai ada kelalaian yang membahayakan nyawa,” tambahnya.

Ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur bermasalah, termasuk kemungkinan pemutusan kerja sama jika pelanggaran terus terjadi. Longki juga memperingatkan potensi konsekuensi hukum jika kasus keracunan massal memicu ketidakpuasan orang tua.

BACA JUGA :  Saykoji dan Ana Timur akan Hadir di Festival Indonesia “The East Side" Angkat Budaya Timur

Program MBG, yang merupakan inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memenuhi kebutuhan gizi generasi masa depan. Longki menegaskan pentingnya dukungan semua pihak agar program ini berjalan optimal tanpa insiden yang merugikan. “Kita harus pastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” tutupnya.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *