KPP Pratama Palu Edukasi Pelajar Melalui Pajak Bertutur dan Tax Goes To School

waktu baca 2 menit
Program inklusi perpajakan digaungkan dengan sebuah kegiatan edukasi dini dan pengajaran nilai kesadaran pajak melalui Pajak Bertutur dan Tax Goes To School. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mengupayakan untuk memperkuat pondasi perpajakan di Indonesia. Reformasi perpajakan dilakukan melalui berbagai upaya, seperti penguatan pelayanan, penguatan peraturan perpajakan melalui UU HPP, program inklusi perpajakan, dan peningkatan kontribusi masyarakat.

Program inklusi perpajakan digaungkan dengan sebuah kegiatan edukasi dini dan pengajaran nilai kesadaran pajak melalui Pajak Bertutur dan Tax Goes To School. Program tersebut telah rutin dilaksanakan pada tahun sebelumnya dengan melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan.

BACA JUGA :  Kapolres Kota Palu Sudah Kantongi Sejumlah Nama Yang Terlibat Aksi Pengrusakan PT. AKM

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palu, Bangun Nur Cahya Kurniawan menjelaskan Pajak Bertutur dan Tax Goes To School merupakan salah satu program yang bertujuan untuk membentuk karakter sadar pajak sejak dini. Sehingga pada saatnya nanti dengan sendirinya sadar untuk membayar pajak.

“Pajak Bertutur dan Tax Goes To School pada tahun ini melibatkan pelajar SD, SMP dan SMA Model Terpadu Madani,” jelas Kepala KPP Pratama Palu, Bangun Nur Cahya Kurniawan, Kamis (27/07/2023).

BACA JUGA :  KPP Pratama Palu Berhasil Catatkan Perolehan Pajak Lampaui Target 5 Tahun berturut-turut

Lebih lanjut, penyajian dan cara pengenalan mengenai dunia pajak kepada para pelajar akan berbeda, sesuai dengan tingkatan juga pendidikan masing-masing agar lebih mudah untuk dipahami. Penyajiannya dapat melalui audio visual, games, ice breaking dan beberapa metode lainnya.

“yang terpenting adalah memberikan kesadaran kepada para peserta yang nantinya turut andil dalam membangun bangsa melalui gotong royong dengan cara membayar pajak,” tutur Bangun.

BACA JUGA :  Penyakit Schistosomiasis Kembali Meningkat di Kabupaten Poso dan Sigi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *