Karhutla Hanguskan 2,5 Hektare Kebun Warga di Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Desa Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. (foto : ist).

Diksi.net, Parigi Moutong – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (25/2/2026) malam. Api berhasil dikendalikan petugas setelah sekitar empat jam pemadaman intensif.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, menyatakan laporan kejadian pertama diterima pukul 20.55 WITA. Titik api awalnya terpantau dari sisi Jalan Trans Sulawesi, kemudian dengan cepat menjalar ke areal perkebunan warga akibat hembusan angin kencang.

BACA JUGA :  Sulteng Turun Jadi Zona Kuning PMK

“Kebakaran terjadi di lahan perkebunan masyarakat, meliputi tanaman cengkeh dan cabai. Luas lahan yang terdampak sekitar 2,5 hektare,” ujar Asbudianto dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).

Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian warga akibat insiden ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk pemadaman dan asesmen awal. Petugas juga berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) setempat.

BACA JUGA :  Komnas HAM minta Kapolresta Palu disangksi kasus tewasnya tahanan

Hingga Kamis pagi, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak berwenang, dengan dugaan sementara berawal dari puntung rokok atau pembakaran jerami di lahan kering.

Kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan lahan menjadi faktor pemicu cepatnya penyebaran api. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk BNPB, terus memantau potensi titik api baru di wilayah rawan.

BACA JUGA :  356 Orang JCH Asal Sulteng Akan Berangkat Menuju Embarkasi Balikpapan

Pihak berwenang mengimbau masyarakat Parigi Moutong dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak membakar lahan sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api di permukiman atau perkebunan.

“Petugas telah berhasil mengendalikan api dan mencegah perluasan ke wilayah lain. Namun, angin kencang masih berpotensi memunculkan titik api baru,” tambah Asbudianto.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *