Gugur Jadi Bacalon Ketua ISSI Sulteng, Wawan Coxy Kritik Syarat yang Tutup Ruang Kader Daerah

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Anwar Ismail menyatakan sikap legawa setelah dinyatakan tidak lolos sebagai bakal calon Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2025-2029. Kendati demikian, ia menyoroti adanya tafsir yang terlalu sempit terhadap aturan organisasi, khususnya terkait syarat pencalonan.

Anwar menjadi salah satu kandidat yang gugur dalam tahapan verifikasi karena dianggap belum memenuhi syarat administratif. Ia dinilai belum pernah menjabat satu periode penuh sebagai pengurus inti organisasi.

BACA JUGA :  Tukang Ojol dan Tenaga Honorer ditersangkakan Dalam Kasus Pengadaan Website

Menurut Anwar, aturan tersebut justru menutup ruang kader ISSI di tingkat kabupaten/kota untuk maju dalam kontestasi. Ia menilai syarat itu tidak realistis, sebab hingga kini belum ada pengurus ISSI kabupaten/kota yang pernah menjabat satu periode penuh.

“Dengan syarat ini, kesempatan pengurus ISSI kabupaten/kota otomatis tertutup. Faktanya, belum ada satu pun pengurus kabupaten/kota yang memenuhi syarat itu,” ujar Anwar, yang akrab disapa Wawan Coxy, Kamis (3/7/2025).

BACA JUGA :  3 Meninggal dan 4 Orang Dinyatakan Hilang Dampak Banjir Bandang Parimo

Ia menambahkan, dengan adanya ketentuan tersebut, praktis hanya pengurus ISSI tingkat provinsi yang memiliki peluang untuk maju sebagai calon ketua umum.

“Hanya mereka yang di provinsi yang bisa mencalonkan diri. Itupun mereka hang sekarang belum dianggap demisioner (satu periode) karena masa jabatannya diperpanjang,” tegasnya.

Di satu sisi, Wawan Coxy menegaskan dirinya tak ingin berspekulasi lebih jauh soal adanya dugaan agenda khusus dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) kali ini.

BACA JUGA :  Berawal Dari Pembukaan Lahan, Puluhan Hektar Lahan Hangus Terbakar

“Saya tidak mau berandai-andai soal itu. Tapi saya pastikan, saya tetap akan mengawal jalannya tahapan musprov, termasuk menguji sejauh mana konsistensi steering committee dalam menegakkan AD/ART,” tegasnya.

Muhammad Iqbal
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *