Gubernur Sulteng Paparkan Proyek Infrastruktur di Hadapan AHY

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid memaparkan sejumlah proyek infrastruktur Strategis di Hadapan AHY. (foto : ist).

Diksi.net, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memaparkan sejumlah rencana dan proyek strategis infrastruktur di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungan kerja di Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (9/7/2025).

Dalam pemaparannya, Anwar menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penggerak utama pertumbuhan kawasan dan penopang konektivitas nasional. Ia menyampaikan bahwa posisi geografis Sulawesi Tengah yang berada di jantung Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi simpul logistik dan transportasi nasional.

Salah satu usulan strategis yang disampaikan adalah pembangunan ruas jalan Tambu–Kasimbar, yang dinilai vital dalam memangkas jalur distribusi logistik antara kawasan timur Indonesia dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jalur ini disebut akan menjadi pintu masuk baru logistik dari wilayah timur ke IKN melalui jalur tengah Sulawesi.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Sulteng Berikan Dukungan untuk Pembangunan Gedung GKST Jemaat Immanuel Palu

“Jika ruas Tambu–Kasimbar kita buka, maka kapal dari Timur tak perlu lagi memutar ke utara Sulawesi. Ini bisa jadi simpul logistik nasional yang mempercepat distribusi barang dan jasa,” kata Anwar dalam pertemuan tersebut.

Pemprov Sulteng juga mengusulkan pembangunan jalan alternatif dari Palu menuju wilayah timur provinsi, guna mengatasi ketergantungan pada Jalan Kebun Kopi yang rawan longsor dan kerap mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem.

BACA JUGA :  Dinas ESDM Ajak Perusahaan Tambang Wajib Memiliki Kaidah Good Mining Practice

Adapun rencana jalan bypass sepanjang 48 kilometer yang menghubungkan Palu dan Parigi melalui Bora (Kabupaten Sigi) serta ruas Labuan–Lumbubaka–Siniu sepanjang 33 kilometer disebut mampu memangkas waktu tempuh menuju Pelabuhan Pantoloan menjadi hanya enam menit.

Selain itu, konektivitas menuju perbatasan Sulawesi Selatan juga menjadi fokus. Pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jalan Gimpu–Peana–Kalemantana hingga ke Seko di Sulsel. 

Jalur ini diperkirakan dapat memangkas jarak antara Makassar dan Palu hingga 200 kilometer, sekaligus membuka akses menuju Kawasan Wisata Biosfer Lore Lindu dan situs megalitikum yang menjadi aset budaya dan pariwisata Sulawesi Tengah.

BACA JUGA :  BI dan TNI AL Laksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat

“Kalau semua ini terwujud, kita bukan hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tapi juga menggerakkan sektor industri, pariwisata, dan distribusi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Anwar.

Rangkaian rencana tersebut, lanjut dia, sejalan dengan misi “BERANI Lancar” dalam Program BERANI (Bersatu, Energik, Responsif, Adaptif, Nasionalis, dan Inovatif), yakni pembangunan 1.000 kilometer jalan dalam lima tahun serta mendorong konektivitas kawasan terpencil dan strategis.

Menurut Anwar, dengan infrastruktur yang terencana dan konektivitas yang menyatu, Sulawesi Tengah akan berperan sebagai poros penghubung ekonomi baru di wilayah timur Indonesia, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *