Gerakan Poboya Pakaroso PT CPM, Dorong Ekonomi Rumah Tangga dan Kelola Sampah

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu meluncurkan gerakan poboya pakaroso di Lapangan Watumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Senin (16/2/2026). Program terpadu ini menyasar pemberdayaan ekonomi rumah tangga sekaligus penguatan pengelolaan lingkungan di kawasan lingkar tambang, dengan menyasar langsung 1.200 kepala keluarga (KK).

Peluncuran dihadiri General Manager PT CPM Ari Nugroho, Kepala DLH Kota Palu Mohammad Arif Lamakarate, Camat Mantikulore, Lurah Poboya, serta perwakilan warga dan mitra seperti Relawan Orang dan Alam (ROA).

Gerakan Poboya Pakaroso mengintegrasikan tiga agenda utama: gerakan tanam cabai di pekarangan rumah, pembentukan dan penguatan bank sampah, serta pasar murah untuk warga setempat.

BACA JUGA :  Tragedi Tambang Ilegal Poboya, Dua Nyawa Melayang Akibat Longsoran

Kepala DLH Kota Palu, Mohammad Arif Lamakarate, menekankan peran bank sampah sebagai solusi konkret mengatasi sampah kota. “Saat ini masih ada sekitar 7 ton sampah per hari yang belum tertangani optimal. Bank sampah di Poboya sangat membantu pengelolaan sampah secara keseluruhan,” ujar Arif.

Ia mengimbau warga disiplin memilah sampah dari rumah, memisahkan organik dan non-organik sebelum disetor ke bank sampah. “Jika masyarakat tertib memilah, beban pemerintah berkurang signifikan dan lingkungan jadi lebih bersih,” tegasnya.

Pengelolaan bank sampah melibatkan ROA sebagai pendamping teknis. Struktur pengurus telah terbentuk dan mulai beroperasi.

BACA JUGA :  Lima Tahun Kesulitan Air Bersih, Warga Talise Kini Nikmati Bantuan PT CPM

Superintendent PPM/CSR PT CPM, Rahyunita Handayani, menjelaskan program ini berbasis rumah tangga sebagai unit terkecil. “Kami mulai dari rumah tangga: dorong pemilahan sampah dari sumber, minimal pisah organik dan plastik. Di sisi ekonomi, kami bagikan 10 bibit cabai per rumah tangga agar kebutuhan konsumsi terpenuhi sendiri, bahkan hasil lebih bisa dijual untuk tambah pendapatan,” katanya.

Pada tahap awal, program pilot menyasar 130 rumah tangga di 13 RT. Sebagai stimulus, PT CPM menyalurkan insentif pemberdayaan ekonomi Rp1 juta per bulan kepada sekitar 1.200 KK di Kelurahan Poboya, melalui Bank Sulteng.

BACA JUGA :  PT LTT Berikan Beasiswa Prestasi Sebagai Bentuk Kegiatan CSR

“Insentif ini diberikan agar tidak ada kendala biaya untuk pemilahan sampah maupun pemanfaatan pekarangan. Program berjalan satu tahun, dievaluasi setiap enam bulan,” tambah Rahyunita.

Ia menegaskan program ini khusus untuk wilayah Poboya sebagai kawasan lingkar tambang. “Harapan kami, dalam satu tahun terbentuk kemandirian ekonomi warga sekaligus perubahan perilaku pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” tandasnya.

Program ini menjadi respons perusahaan terhadap tantangan lingkungan dan ekonomi di kawasan tambang, sekaligus mendukung upaya Kota Palu menuju pengelolaan sampah yang lebih baik dan ketahanan pangan rumah tangga.!

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *