Fitch Ratings Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia

waktu baca 2 menit
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. (foto : ist).

Diksi.net, Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level ‘BBB’ dengan Outlook stabil. Keputusan ini dinilai sebagai bukti kuatnya ketahanan ekonomi nasional serta stabilitas sektor keuangan Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan bahwa penegasan peringkat kredit ini mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid.

“Peringkat kredit ini menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan Indonesia masih terjaga dengan baik. Kredibilitas kebijakan dan sinergi antara pemerintah, OJK, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas ini,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Kamis (13/3/2025).

BACA JUGA :  Kebakaran PT SMI di Sebabkan Overload Material

Mahendra menambahkan bahwa OJK terus berupaya memperkuat sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut diwujudkan dalam empat program prioritas tahun 2025, yaitu, Penguatan kapasitas dan pengawasan sektor jasa keuangan (SJK), Optimalisasi kontribusi SJK dalam mendukung program prioritas pemerintah, Pengembangan SJK untuk pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan, dan Peningkatan efektivitas penegakan integritas dan perlindungan konsumen guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor.

BACA JUGA :  OJK Perkuat Pengawasan Keuangan Terbitkan Dua POJK Baru

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK juga berkomitmen memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan program Asta Cita.

Fitch Ratings dalam laporannya menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, terutama dari sisi prospek pertumbuhan jangka menengah yang solid serta kebijakan fiskal yang terkendali. Lembaga ini juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0% pada tahun 2025.

BACA JUGA :  Rusdy Mastura Ucapkan Selamat kepada Supratman Andi Agtas Usai Pelantikan Menkum HAM

Beberapa faktor utama yang mendorong optimisme Fitch terhadap ekonomi Indonesia adalah Permintaan domestik yang tetap kuat, Belanja publik yang difokuskan pada proyek bantuan sosial dan infrastruktur, Investasi swasta yang tetap positif setelah berkurangnya ketidakpastian kebijakan pasca Pemilu 2024, dan Hilirisasi industri yang terus berlanjut.

Dengan stabilnya peringkat kredit ini, diharapkan kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin meningkat, sehingga dapat mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *