Festival Mosintuwu 2025: Merayakan Taman Bumi Poso dengan Semangat Geopark

waktu baca 2 menit
Salah satu peserta yang turut dalam karnaval festival mosintuwu. Foto : Yardin Hasan.

Diksi.net, Poso – Festival Mosintuwu kembali hadir di Yosi, Kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, dengan mengusung tema Taman Bumi Poso. Digelar selama tiga hari, festival ini tidak hanya merayakan kekayaan alam dan budaya Poso, tetapi juga memperkenalkan konsep pembangunan berkelanjutan melalui visi Geopark Poso.

Menurut Lian Gogali, Ketua Institut Mosintuwu, tema Taman Bumi Poso mencerminkan upaya memperkuat pembangunan berkelanjutan berbasis keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan tradisi budaya. “Tema ini lahir dari mimpi kolektif untuk menjadikan desa-desa di Poso sebagai ruang gerak Geopark, sebuah konsep yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polres Parigi Moutong Tangkap Pria Diduga Akan Bertransaksi Narkoba

Konsep Geopark Poso berakar dari Ekspedisi Poso yang dimulai sejak 2019, bekerja sama dengan peneliti dan akademisi. Ekspedisi ini mengungkap jejak geologi jutaan tahun lalu yang membentuk lanskap Poso, memengaruhi flora, fauna, dan budaya masyarakatnya. Hasilnya, usulan menjadikan Poso sebagai kawasan Geopark. Wilayah yang melestarikan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya secara holistik.

Pertama kali digelar pada 2016 dengan nama Festival Hasil Bumi, festival ini berganti nama menjadi Festival Mosintuwu untuk memperkuat identitas budaya dan visi gerakan kebudayaan.

BACA JUGA :  Mudahkan Layanan Lewat Sistem Digital

“Mosintuwu mengandung makna kerja sama dan solidaritas antara manusia dan alam,” jelas Lian.

Berbeda dari lima edisi sebelumnya yang fokus pada isu pangan, perempuan, anak, tradisi adat, dan bencana, tahun ini festival menggandeng sekolah-sekolah untuk mengenalkan kekayaan lingkungan kepada pelajar.

Sebanyak 20 SD, 8 SMP, dan 8 SMA dari berbagai kecamatan di sekitar Pamona turut berpartisipasi. Kegiatan seperti cerdas cermat, majalah dinding, penulisan opini, pidato, dan dongeng dirancang untuk melibatkan pelajar secara aktif.

Festival Mosintuwu 2025 menawarkan beragam aktivitas yang mengedukasi sekaligus menghibur, mulai dari karnaval pelajar, modulu-dulu, molaolita, modero, mini museum geologi, mini museum biot akuatik, galeri kupu-kupu, karya seni visual, taman baca dan workshop kreatif.

BACA JUGA :  APBN Menjaga Momentum Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas

Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah edukasi tentang kekayaan geologi, biologi, dan budaya Poso. Dengan melibatkan pelajar dan masyarakat, Festival Mosintuwu 2025 mengajak semua pihak untuk menjaga warisan alam dan budaya demi masa depan yang berkelanjutan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kekayaan Taman Bumi Poso di Festival Mosintuwu, 31 Juli hingga 2 Agustus 2025, di Yosi, Pamona, Poso. Ikuti perjalanan budaya dan pengetahuan yang tak terlupakan!

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *