Eks Napiter Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme
Diksi.net, Poso – Riyanto, seorang eks napiter di Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, kini menunjukkan perubahan positif dengan mendukung Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mencegah penyebaran paham radikal di wilayahnya.
Riyanto, yang pernah tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, terlibat dalam sejumlah aksi terorisme sebelum akhirnya ditangkap. Ia memperoleh pembebasan bersyarat pada 29 Maret 2022 dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kini, ia kembali ke kampung halamannya di Poso Kota dan tinggal bersama keluarganya.
Setelah menjalani hukuman, Riyanto memilih menjalani kehidupan yang lebih produktif. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bekerja sebagai buruh bangunan. Saat ini, ia tengah mengerjakan pembangunan pondasi rumah bersama rekan-rekannya. Di waktu luang, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu, Riyanto mengisi waktu dengan berburu burung bersama beberapa eks napiter dan simpatisan di Poso. Kegiatan ini menjadi bagian dari upayanya untuk tetap terhubung dengan komunitas secara positif.
Riyanto mengaku kapok terlibat dalam aksi terorisme. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam kelompok MIT bermula dari situasi konflik di Poso pada 1998-2000. Kala itu, ia terpengaruh ajakan kelompok Tanah Runtuh (TR) melalui taklim yang diisi oleh ustaz dari luar Sulawesi. Awalnya, ia mendukung perjuangan MIT untuk mendirikan negara Islam (khilafah). Namun, seiring waktu, ia menyadari aksi-aksi kekerasan kelompok tersebut, seperti pembunuhan terhadap warga tak bersalah, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal. “Saya belajar dari pengalaman. Kegiatan itu hanya merugikan diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.
Kini, Riyanto berkomitmen membantu aparat keamanan, khususnya Satgas Madago Raya, untuk menjaga situasi kamtibmas di Poso. Ia juga bertekad mendukung upaya pencegahan penyebaran paham radikal. “Saya ingin hidup damai dan membantu masyarakat agar tidak terjerumus seperti saya dulu,” tegasnya.
Upaya ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan komunitas dalam menciptakan situasi aman dan damai di Poso.
