Festival Kurikulum Merdeka Wujud Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan di Sulteng

waktu baca 2 menit
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, menyatakan dukungannya terhadap Festival Kurikulum Merdeka yang berlangsung dari 4 hingga 6 Juli 2024 di aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.

Diksi.net, Palu – Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, menyatakan dukungannya terhadap Festival Kurikulum Merdeka yang berlangsung dari 4 hingga 6 Juli 2024 di aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.

“Festival Kurikulum Merdeka adalah momentum kolaborasi dan inovasi dalam menciptakan pendidikan yang bermakna bagi generasi mendatang,” ujar Dr. Fahrudin, Kamis (4/7/2024).

Ia menambahkan bahwa festival ini dapat memicu terciptanya ekosistem belajar yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Tujuannya adalah mencetak individu yang mandiri, kompeten, dan berdaya saing.

BACA JUGA :  Sekprov Sulteng Dorong Optimalisasi Peran Museum dalam Pameran Etnografika

“Mudah-mudahan agenda seperti ini terus ditingkatkan supaya kualitas anak bangsa di Sulawesi Tengah dapat menjadi penentu pembangunan di masa depan,” harapnya.

Dr. Fahrudin juga menyarankan agar kegiatan seperti ini diadakan pada momen-momen penting, seperti peringatan HUT provinsi, HUT kemerdekaan, atau Hari Sumpah Pemuda, agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

“Hadirkan di momen-momen seperti itu supaya bisa dikenal luas ke masyarakat,” usulnya kepada panitia.

BACA JUGA :  Komisi IV DPRD Sulteng Minta Perhatian Khusus dan Reward untuk Atlet Berprestasi

Sementara itu, Dr. Herawati, selaku penanggung jawab acara, menjelaskan bahwa Festival Kurikulum Merdeka merupakan potret cerita melalui foto dan video yang dibuat oleh peserta tentang implementasi kurikulum merdeka belajar. Karya-karya yang dipamerkan berasal dari peserta yang masuk dalam sejumlah nominasi penghargaan yang dilombakan.

Ia berharap festival ini sukses menjadi sarana belajar dan berbagi yang inspiratif. “Kita ingin implementasi kurikulum merdeka oleh satuan pendidikan, guru, dan orang tua bisa dibagikan ke orang lain,” katanya dengan optimisme.

BACA JUGA :  Sulteng Jadi Provinsi Ke-24 Zona Merah PMK

Pembukaan festival juga dihadiri oleh Kepala BPMP Sulteng bersama jajarannya, para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, peserta festival, dan mitra kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *