FDL 2024: Merayakan Keindahan Alam dan Kearifan Budaya Menuju Pariwisata Hijau

waktu baca 2 menit
Salah satu pagelaran seni di ajang FDL 2023. (Foto : ist).

Diksi.net, Sigi – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, siap menggelar kembali Festival Danau Lindu 2024 sebagai upaya mempromosikan keindahan alam, memperkenalkan keanekaragaman hayati, dan melestarikan kearifan budaya lokal. Acara ini akan berlangsung dari Kamis, 5 September hingga Sabtu, 7 September 2024, dengan mengusung konsep “Etno Ecologi Tourism” atau pariwisata berbasis ekologi yang berfokus pada komunitas etnis lokal.

Danau Lindu, sebuah permata alam yang menakjubkan di Kabupaten Sigi, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Biosfer Taman Nasional Lore Lindu. Dengan luas 34,88 km² dan kedalaman rata-rata 38 meter, serta berada di ketinggian sekitar 1.000 mdpl, kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati dan kearifan budaya. Menyadari potensi luar biasa ini, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Sigi Hijau, sebagai bentuk komitmen untuk pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan hidup.

BACA JUGA :  Bocah 5 Tahun Terseret Arus Sungai di Donggala

“Dengan menjaga keseimbangan alam, masyarakat berpeluang untuk saling berinteraksi dan berbagi manfaat dari alam demi kesejahteraan bersama berdasarkan prinsip keberlanjutan,” ujar Bupati Sigi, Irwan Lapata.

Festival Danau Lindu 2024 tidak hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi langkah penting dalam pengembangan pariwisata hijau dan berkelanjutan. Acara ini diharapkan mampu memperkenalkan konsep pariwisata yang inklusif, serta meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, festival ini juga mengangkat peran perempuan dalam menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal, sekaligus memberikan peluang ekonomi melalui berbagai kegiatan yang diadakan.

BACA JUGA :  Bawaslu Sulteng dan Bawaslu Palu Temukan Tindak Pidana Pelanggaran Pemilu

Pengenalan budaya lokal juga menjadi fokus utama, dengan harapan memperkuat identitas lokal dan meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Sulawesi Tengah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui kegiatan edukasi dan aksi nyata selama festival, masyarakat akan diajak untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Festival Danau Lindu 2024 juga menyoroti isu Perempuan dan Lingkungan, di mana dalam tradisi masyarakat To Lindu (etnis Kaili Tado), perempuan memiliki peran kunci sebagai penjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Dengan demikian, acara ini tidak hanya merayakan keindahan alam dan budaya, tetapi juga menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pelestarian lingkungan.

BACA JUGA :  Satgas Madago Raya Libatkan Ponpes Dalam Pencegahan Paham Radikalisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *