Eks Napiter Poso Beralih Profesi, Fokus Bertani dan Usaha Terapi Kesehatan

waktu baca 2 menit
Paimin alias Imin alias Imen alias Pimen alias Ade, seorang mantan narapidana kasus terorisme di Poso. (Foto : Dok).

Diksi.net, Poso – Paimin alias Imin alias Imen alias Pimen alias Ade, seorang mantan narapidana kasus terorisme di Poso, kini menjalani kehidupan baru dengan fokus pada usaha pertanian dan terapi kesehatan. Setelah menyelesaikan masa hukuman tiga tahun enam bulan pada Juni 2017, ia memilih membaur dengan masyarakat dan menjalani profesi sebagai petani serta terapis bekam.

Saat ini, Paimin tinggal di Desa Alitupu, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, bersama istri dan anaknya. Ia mengelola kebun palawija dan cokelat di lahan yang diberikan oleh mertuanya. Selain bertani, ia juga menjalankan usaha jasa terapi bekam yang ditekuninya sejak masih menjalani masa tahanan.

BACA JUGA :  Penyidik Polda Sulteng Terus Dalami Kasus Korupsi TTG Donggala

“Saya mendapatkan keahlian bekam saat di dalam tahanan. Sekarang, saya mengembangkan usaha ini bersama istri di wilayah Napu, sambil menjual madu asli yang diperoleh dari rekan sesama mantan narapidana terorisme,” ujar Paimin.

Ia juga mengakui bahwa saat bergabung dengan kelompok MIT Poso, ia tidak sepenuhnya menyadari keterlibatannya dalam aktivitas yang berkaitan dengan aksi terorisme. Namun kini, ia menegaskan sudah meninggalkan masa lalunya dan berusaha menjalani kehidupan yang lebih baik.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Sosialisasikan Aplikasi JR Safety Road

Selain itu, Paimin telah membuka diri kepada masyarakat dan menjalin hubungan baik dengan aparat keamanan. Ia bahkan mendukung upaya pemulihan keamanan yang dilakukan dalam Operasi Madago Raya, termasuk bersikap kooperatif serta siap memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyebaran paham radikal atau potensi aksi teror.

Dengan perubahan yang dijalaninya, Paimin berharap dapat menjalani hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarganya serta lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA :  DPRD Sulteng Apresiasi Pencanangan Sulteng Sebagai Negeri Seribu Megalit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *