Eks Napi Terorisme, Dukung Satgas Ops Madago Raya Cegah Radikalisasi di Poso
Diksi.net, Poso – Riski Kurniawan, seorang mantan narapidana terorisme yang terlibat dengan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Poso, kini memberikan dukungan penuh terhadap upaya Satgas Operasi Madago Raya dalam mencegah penyebaran paham radikal di wilayah tersebut. Setelah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun, Riski kini berkomitmen untuk membantu menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Poso.
Riski Kurniawan yang terlibat dalam jaringan terorisme di Poso, ditangkap dan dihukum berdasarkan Pasal 15 jo. 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Ia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan dijatuhi vonis tiga tahun penjara. Setelah menjalani masa hukuman, Riski akhirnya dibebaskan pada 14 Mei 2025, dari Lapas Kelas IIA Pasir Putih, Nusakambangan.
Setelah bebas, Riski kembali ke Poso, tempat ia menjalani masa lalu kelamnya. Kini, bersama istri dan anaknya, ia tinggal di Poso Kota, Kabupaten Poso, meskipun masih menghadapi tantangan dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Saat ini, ia membuka usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk menghidupi keluarga. Selain itu, ia berencana untuk membuka usaha pengisian air minum (isi ulang), yang diharapkan dapat memberikan pemasukan lebih stabil.
Dalam wawancara dengan media, Riski mengungkapkan penyesalannya atas keterlibatannya dalam kelompok radikal Jemaah Ansharut Daulah. Ia mengakui bahwa keputusan masa lalunya telah membawa dampak besar, baik pada dirinya pribadi maupun pada masyarakat sekitar. Menyadari kesalahannya, Riski berkomitmen untuk tidak lagi terpengaruh oleh paham-paham radikal yang merugikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Satgas Ops Madago Raya yang telah mengunjungi saya dan memberikan nasehat yang sangat berarti. Saya berjanji akan menjaga diri dan selalu berusaha untuk tidak kembali terpengaruh oleh radikalisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riski menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah daerah dan Satgas Madago Raya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Poso. “Jika ada kesalahan yang saya lakukan di masa depan, saya berharap akan selalu diingatkan, dan saya siap membantu pemerintah dalam menjaga keamanan Poso,” tambahnya.
Satgas Ops Madago Raya merupakan sebuah operasi gabungan yang melibatkan TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya yang bertujuan untuk memberantas kelompok teroris dan mencegah radikalisasi di wilayah Poso. Sebagai daerah yang pernah menjadi basis kelompok teroris, Poso kini fokus pada upaya rehabilitasi dan pencegahan agar masyarakat tidak terpapar radikalisasi.
Dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh seperti Riski Kurniawan, yang telah mengalami langsung dampak dari paham radikal, diharapkan dapat memperkuat upaya Satgas Madago Raya untuk menciptakan Poso yang aman, damai, dan jauh dari pengaruh ekstremisme.
