Eks-Napi Terorisme di Poso Dukung Operasi Madago Raya 2025
Diksi.net, Poso – Syamsu Bin Mappiare, yang dikenal dengan nama alias Papa Tuti atau Abu Fatur, seorang eks-napi terorisme, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Madago Raya 2025. Setelah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun dan kembali ke kehidupan masyarakat di Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Syamsu menunjukkan perubahan positif melalui keterlibatannya dalam kegiatan produktif dan sikap terbuka terhadap upaya kepolisian dalam menjaga keamanan.
Syamsu Bin Mappiare ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri pada Mei 2022 atas keterlibatannya dalam kasus terorisme. Ia kemudian dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, yang dijalaninya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pasir Putih, Nusakambangan. Setelah menyelesaikan masa hukumannya, Syamsu dibebaskan pada 14 Mei 2025 dan kembali ke rumahnya di Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso.
Pasca-bebas, Syamsu memilih untuk menjalani kehidupan yang lebih positif. Ia kini bekerja sebagai karyawan bangunan dan aktif berkebun, menunjukkan upaya untuk berintegrasi kembali ke dalam masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial yang diharapkan dapat menginspirasi mantan narapidana lainnya.
Syamsu menyampaikan rasa terima kasih kepada Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya yang telah berkunjung untuk bersilaturahmi ke rumahnya. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan keterbukaannya terhadap kunjungan serupa di masa depan. “Saya dan keluarga selalu membuka pintu bagi Satgas Operasi Madago Raya untuk bersilaturahmi kembali,” ujar Syamsu. Sikap ini mencerminkan dukungannya terhadap upaya kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Poso melalui Operasi Madago Raya 2025.
Operasi Madago Raya merupakan operasi kepolisian yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman terorisme di wilayah Poso dan sekitarnya. Dengan dukungan dari masyarakat, termasuk mantan napi seperti Syamsu, operasi ini diharapkan dapat memperkuat keamanan dan harmoni sosial di daerah tersebut.
Keterlibatan Syamsu dalam kegiatan produktif dan sikap kooperatifnya terhadap Satgas Operasi Madago Raya menjadi contoh positif bagi upaya deradikalisasi dan reintegrasi sosial. Keberhasilan reintegrasi ini tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada dukungan masyarakat dan aparat keamanan untuk menciptakan lingkungan yang kondusi
