Dinkes Palu Gencarkan Imunisasi Campak di TK dan PAUD

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan terus mempercepat program imunisasi massal campak yang menyasar anak-anak di Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Langkah ini dinilai sangat penting karena lingkungan sekolah menjadi tempat rawan penularan akibat interaksi intens antar anak.

Program imunisasi tersebut merupakan bagian dari Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang sedang digencarkan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut di Kota Palu.

BACA JUGA :  Morowali Utara Resmi Miliki Sirkuit Balap

Epidemiolog Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Palu, Nirnawita, menyatakan bahwa imunisasi merupakan cara paling efektif memutus rantai penularan campak.

“Saat ini kami melakukan respons cepat dengan melaksanakan imunisasi di sekolah-sekolah,” ujar Nirnawita.

Ia menjelaskan, anak-anak yang belum imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi dan menularkan virus kepada teman sebaya. Gejala campak biasanya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan munculnya ruam merah di kulit. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak usia dini.

BACA JUGA :  Bank Sulteng Catat Rekor Laba Rp130,5 Miliar 

Dinas Kesehatan Kota Palu menargetkan cakupan imunisasi campak dan rubella (MR) mencapai lebih dari 95 persen tahun ini. Namun hingga saat ini, capaian baru mencapai sekitar 81 persen.

Karena itu, Dinkes Palu membutuhkan dukungan aktif dari orang tua dan institusi pendidikan untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

“TK dan PAUD diimbau berperan aktif memberikan edukasi kepada orang tua serta memfasilitasi pelaksanaan imunisasi di sekolah,” kata Nirnawita.

BACA JUGA :  Wali Kota Palu Hadiri Karya Bakti Pembersihan Pasar Inpres Manonda

Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melengkapi status imunisasi.

Pemerintah Kota Palu berharap melalui program terpadu ini, penyebaran campak dapat segera terkendali sehingga kesehatan anak-anak tetap terjaga.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *