Bawaslu Palu Koordinasikan Perihal TPS Rawan dan DPTb Jelang  Voting Day

waktu baca 2 menit
Bawaslu Palu lakukan koordinasi dengan stakeholder perihal DPTb dan TPS Rawan jelang voting day. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palu lakukan koordinasi lintas sektor terkait Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan potensi kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai bentuk peningkatan kualitas pengawasan tahapan penyelenggaran pemilu 2024.

“Koordinasi hari ini bertujuan untuk memetakan titik rawan TPS di wilayah Kota Palu dan mengupdate DPTb per tanggal 7 februari nanti sesuai dengan perkembangan pergerakan pemilih yang hingga hari ini masih berpotensi mengalami perubahan,” ungkap Ferdiansyah, Koordinator Divisi Hukum Pencegahan, Parmas, dan Humas, jumat (02/02/2024).

BACA JUGA :  Kota Palu Sabet Penghargaan Terbaik 1 Pengelolaan Sampah se-Indonesia

Ferdi melanjutkan, beberapa TPS yang menjadi atensi Bawaslu Palu diantaranya TPS Khusus, TPS yang sulit mengakses jaringan internet, TPS yang terkendala aliran listrik, dan TPS yang berlokasi dekat dengan salah satu posko peserta pemilu, baik itu parpol, paslon, dan caleg.

Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan pengawasan terhadap pegawai yang sedang dalam tugas, tadinya memilih di luar Kota Palu, namun karena berpindah kantor akhirnya harus terdaftar dalam DPTb Kota Palu. Hal lain yang turut di awasli adalah orang yang dalam rehabilitasi narkotika dan pemetaan potensi KTP ganda.

BACA JUGA :  Vale Beri Pelatihan Pertanian Organik Ramah Lingkungan di Blok Pomalaa

“Bawaslu saat ini melakukan indentifikasi lebih lenjut mana saja TPS rawan berdasarkan variabel dan indikator yang telah ditetapkan,” lanjutnya.

Nantinya Bawaslu Palu akan mengumumkan kepada masyarakat mana saja yang masuk dalam kelompok TPS rawan, sebelum dilakukannya pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.

Hal tersebut dilakukan bawaslu dengan harapan, masyarakat yang berdomisili di sekitaran TPS rawan dapat turut melakukan pengawasan partisipatif, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecurangan.

BACA JUGA :  Tahapan Coklit Pilkada di Palu, Kendala dan Kerawanan di Lapangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *