Anwar Hafid Lantik 422 PNS Pemprov Sulteng

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memimpin prosesi pengambilan sumpah dan janji 422 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Dalam momentum tersebut, Gubernur menekankan pentingnya penerapan sistem meritokrasi, loyalitas, integritas, serta gaya hidup sederhana sebagai pijakan utama aparatur sipil negara (ASN) yang profesional.

Pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat di Halaman Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Selasa (13/10/2026) tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, bersama jajaran pejabat Forkopimda dan pimpinan instansi daerah.

BACA JUGA :  Rusdy Mastura Ucapkan Selamat kepada Supratman Andi Agtas Usai Pelantikan Menkum HAM

Dalam arahannya, Anwar Hafid meminta para PNS yang baru dilantik untuk menjadikan momentum ini sebagai tumpuan awal dalam menggembleng kapasitas diri, menata karier, serta melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa seluruh aparatur memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk naik tingkat sepanjang ditopang oleh kinerja serta kompetensi yang mumpuni.

“Kalau hari ini kami duduk di sini, suatu saat nanti kalianlah yang akan menggantikan kami. Perjalanan karier dalam birokrasi membutuhkan proses panjang, kerja keras, dan kesabaran,” ujar Anwar Hafid di hadapan ratusan PNS baru.

BACA JUGA :  Dinobatkan Sebagai Tau Noto, Anwar Hafid Mohon Doa Restu Raja Buol Maju di Pilgub Sulteng 2024

Gubernur juga membagikan rekam jejak pengalamannya saat mengawali karier dari tingkatan bawah.

Pengalaman mengerjakan tugas-tugas administratif sederhana seperti mengetik manual hingga mengantar surat, menurutnya, menjadi bukti bahwa keberhasilan birokrasi tidak diraih secara instan, melainkan lewat ketekunan.

Anwar menegaskan bahwa penataan dan promosi jabatan ASN di lingkungan Pemprov Sulteng sepenuhnya berlandaskan prinsip meritokrasi. Artinya, tolok ukur penempatan posisi didasarkan pada kompetensi, prestasi, dan rekam jejak kinerja, bukan karena faktor kedekatan pribadi maupun hubungan kekeluargaan.

Birokrasi, tegas Gubernur, harus memposisikan diri sebagai pelayan publik yang berorientasi pada hasil nyata, bukan bertindak sebagai pihak yang berkuasa.

BACA JUGA :  Jabar Juara Umum Kejurnas ALTI

“ASN yang hebat adalah ASN yang terangkat karena meritokrasi, karena kemampuan dan kehebatannya dalam bekerja, bukan karena kedekatan atau hubungan keluarga,” tegasnya.

Menutupi arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemprov Sulteng untuk memberantas dan menolak keras praktik jual beli jabatan. Ia mengimbau para pegawai agar tidak mudah tergiur oleh oknum yang menjanjikan promosi jabatan dengan imbalan sejumlah uang, serta selalu menjaga integritas aparatur negara.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *