Bawaslu Sulteng Dorong Pemilu Inklusif, Pemahaman Kepemiluan untuk Penyandang Disabilitas
Diksi.net, Palu – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas di Kafe Inklusi, Kantor Kementerian Sosial RI Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Sulawesi Tengah. Acara ini bertujuan memastikan hak pilih penyandang disabilitas terpenuhi dan menciptakan Pemilu yang inklusif, di mana semua warga negara dapat mengakses proses pemilihan tanpa hambatan fisik maupun informasi.
Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah, Nasrun, menegaskan bahwa tugas Bawaslu tidak hanya mengawasi tahapan Pemilu, tetapi juga memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan akurat. “Data pemilih harus terus dimutakhirkan untuk menjamin keakuratan. Kami berkomitmen memastikan hak penyandang disabilitas sebagai pemilih terpenuhi,” ujar Nasrun dalam sambutannya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi bagi penyelenggara Pemilu. Nasrun menyoroti pentingnya masukan dari penyandang disabilitas terkait pelaksanaan Pemilu sebelumnya, seperti ketersediaan surat suara braille, aksesibilitas tempat pemungutan suara (TPS) yang ramah disabilitas, dan distribusi undangan memilih. “Kami ingin memastikan apakah hak pilih penyandang disabilitas sudah terfasilitasi dengan baik. Masukan ini akan menjadi bahan perbaikan untuk Pemilu mendatang,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh anggota Bawaslu Sulteng, Dewi Tisnawaty dan Rasyidi Bakry, serta peserta dari berbagai organisasi penyandang disabilitas di Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, dan Kabupaten Sigi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan membangun kolaborasi antara penyandang disabilitas dan pengawas Pemilu, khususnya dalam proses pemutakhiran data pemilih.
Dengan semangat inklusivitas, Bawaslu Sulteng berupaya menciptakan Pemilu yang memastikan semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses penuh terhadap hak pilih mereka. “Pemilu inklusif adalah tujuan kami, di mana tidak ada diskriminasi dan semua pihak dapat berpartisipasi tanpa hambatan,” tutup Nasrun.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Bawaslu Sulteng dalam mendorong penyelenggaraan Pemilu yang lebih ramah disabilitas, sekaligus memperkuat kesadaran kepemiluan di kalangan masyarakat.



