123 Petani Sawit Sumsel Antusias Ikuti Pelatihan ISPO

waktu baca 3 menit
Petani sawit swadaya yang mengikuti pelatihan ISPO Batch III. (Foto : ist).

Diksi.net, Palembang – Sebanyak 123 petani sawit swadaya dari Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti Pelatihan ISPO Batch III. Program yang digagas oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit bersama PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute) ini berlangsung pada 11–16 Agustus 2025 di Hotel Beston Palembang. Pelatihan ini dirancang untuk mendorong pengelolaan kebun sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus mendukung percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pelatihan ini dibagi menjadi empat angkatan agar lebih terfokus dan efektif. Sejak hari pertama, suasana pelatihan dipenuhi semangat dan keakraban. Materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga melibatkan praktik, simulasi, dan sesi berbagi pengalaman bersama narasumber ahli. Pendekatan yang interaktif dan tidak kaku membuat peserta merasa nyaman, dengan tawa dan diskusi yang mengalir sepanjang sesi.

BACA JUGA :  Deklarasi Anwar Hafid dan Reny Lamadjido Hadirkan Tipe-X Siap Hibur Warga Palu Malam ini

Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, menyampaikan pesan inspiratif, “Pelatihan ISPO ini, yang seluruhnya didanai oleh BPDP, menjadi langkah penting untuk mempercepat sertifikasi ISPO. Sawit adalah komoditas terbesar Indonesia, dan melalui pelatihan ini, dunia akan melihat bahwa kita mampu mengelola sawit secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.”

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si., turut hadir memberikan dukungan. Dalam sambutannya, ia mengajak petani untuk serius mengikuti pelatihan. “Sawit bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga memiliki potensi besar karena limbahnya dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti parfum dan kosmetik. Namun, tantangan seperti potensi kecurangan harus diwaspadai. Bersama ISPO, kita tingkatkan produksi dan kesejahteraan petani Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dorong Pembinaan Ideologi Pancasila, LPKA Palu Teken PKS Bersama Kesbangpol

Selain sesi kelas, peserta juga diajak mengunjungi KUD Sejahtera untuk melihat langsung penerapan praktik perkebunan sawit sesuai standar ISPO. Di sana, mereka mempraktikkan teknik yang telah dipelajari dan berbagi pengalaman dengan petani lain yang telah menerapkan prinsip keberlanjutan. Sesi ini membuat suasana semakin hidup, dengan diskusi yang memperkaya wawasan peserta.

Salah satu peserta dari Ogan Komering Ilir berbagi kesannya, “Ini pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan seperti ini. Ilmunya sangat bermanfaat, dan saya merasa lebih percaya diri untuk mengelola kebun sesuai standar ISPO. Rasanya seperti mendapat keluarga baru.”

BACA JUGA :  Gubernur Anwar Hafid Resmikan Festival Danau Poso 2025

BPDP dan Mutu Institute berharap pelatihan ini dapat menjadikan petani sebagai agen perubahan di wilayah masing-masing. Dengan semangat keberlanjutan, mereka diharapkan mampu meningkatkan hasil kebun, menjaga lingkungan, dan mewujudkan kesejahteraan yang lestari. “Keberhasilan sawit rakyat bukan hanya soal panen, tetapi juga tentang masa depan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutup Wahyu Riyadi.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mengelola sawit secara bertanggung jawab, sekaligus memperkuat posisi sawit sebagai komoditas unggulan di pasar global.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *