Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

waktu baca 3 menit
Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. (Foto : ist).

Diksi.net, Tojo Una-Una – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya mendukung Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya 2025 dalam mencegah penyebaran paham radikal. Berlokasi di Jl. Trans Sulawesi, Desa Uebone, pesantren ini aktif mempromosikan pendidikan agama yang moderat dan berwawasan kebangsaan.

Pondok Pesantren Hidayatullah merupakan bagian dari Organisasi Massa Islam Hidayatullah, yang didirikan oleh mendiang K.H. Abdullah Said pada 5 Februari 1973 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Organisasi ini memiliki cabang di seluruh Indonesia dan dikenal atas dedikasinya mengirimkan dai ke daerah terpencil. Dengan keanggotaan terbuka, Hidayatullah berfokus pada pendidikan dan pengkaderan untuk membangun komunitas Islami yang berkualitas.

Pendirian badan hukum pesantren ini disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0005410.AH.01.12 pada 24 Februari 2025.

BACA JUGA :  Mantan Anggota Terorisme Kini Fokus Bertani dan Mendukung Keamanan di Poso

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una, Khalid Raihan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap penyalahgunaan lembaga pendidikan agama oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan paham radikal, terutama kepada remaja. “Kami melakukan seleksi ketat terhadap tenaga pengajar, baik dari latar belakang pendidikan maupun keseharian mereka, untuk memastikan tidak ada ruang bagi pemahaman radikal,” ujar Khalid.

Pesantren ini juga bekerja sama dengan aparat keamanan, termasuk Satgas Madago Raya, untuk menangkal ajaran radikal. “Kami sangat terbuka terhadap kunjungan dari Polri, pemerintah, maupun instansi swasta, dan kami menolak keras paham radikal yang dapat memicu tindakan terorisme,” tambahnya.

Saat ini, pesantren memiliki 15 santri, yang semuanya berasal dari warga lokal dengan jarak rumah relatif dekat, sehingga belum ada santri yang tinggal di asrama. Meski jumlahnya terbatas, proses pembelajaran tetap berjalan optimal. Santri mengikuti pelajaran umum di sekolah pemerintah terdekat pada pagi hari untuk memperkuat wawasan kebangsaan, sementara program unggulan pesantren adalah hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan di lingkungan pesantren, baik di masjid maupun ruang kelas.

BACA JUGA :  Konsultasi Komisi III DPRD Sulteng ke Kemendagri Bahas Akses Pangan dan Jembatan Gantung

Dengan memasuki tahun ajaran baru, pesantren membuka peluang bagi calon santri yang ingin mendalami ilmu agama. “Kami berharap jumlah santri akan bertambah seiring waktu,” kata Khalid.

Pondok Pesantren Hidayatullah memiliki tiga fokus utama: sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Dalam bidang sosial, pesantren menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal, panti asuhan, serta pembinaan olahraga. Di bidang kemanusiaan, pesantren aktif memberikan bantuan kepada korban bencana alam, pengungsi, dan kelompok rentan, serta melestarikan lingkungan hidup. Dalam bidang keagamaan, pesantren mendirikan sarana ibadah, menyelenggarakan pendidikan agama, dan meningkatkan pemahaman keagamaan melalui syiar dan studi banding.

BACA JUGA :  46 Orang PKD dilantik, Kuota Perempuan Terpenuhi

Visi Hidayatullah adalah “Membangun Peradaban Islam,” dengan misi mencari ridha Allah melalui pengkaderan berkualitas, pembangunan komunitas Islami, dan sinergi dengan umat Islam untuk gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Pesantren juga berkomitmen mendukung pembaharuan pemikiran Islam dan mewujudkan NKRI yang bermartabat.

Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una sering menerima kunjungan dari pemerintah dan kepolisian untuk mendapatkan masukan terkait isu fundamental, seperti pencegahan radikalisme dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari aparat keamanan. Kami siap bekerja sama untuk menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif,” ungkap Khalid.

Dengan pendekatan pendidikan yang holistik dan komitmen kuat terhadap moderasi beragama, Pondok Pesantren Hidayatullah Tojo Una-Una terus berperan sebagai benteng melawan radikalisme, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang berwawasan kebangsaan dan berakhlak mulia.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *