Gubernur Gelar Karpet Merah untuk Investor di Berbagai Sektor 

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat menemui sejumlah perwakilan konsorsium asal tiongkok. (foto : Ist).

Diksi.net, Palu – Di tengah pelaksanaan retreat ESQ bagi pejabat lingkup provinsi di kantor BPSDM, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid antusias menerima kunjungan konsorsium pengusaha Tiongkok.

“Lebih cepat lebih baik. Sulawesi Tengah saat ini menjadi rebutan,” tutur Anwar Hafid sebagai sinyal kepada pihak konsorsium agar segera merealisasikan rencananya.

Pada pertemuan tersebut, Anwar Hafid juga berkomitmen akan membuka karpet merah investasi bagi setiap investor di bumi Tadulako.

Di kesempatan tersebut, Anwar menawarkan sejumlah berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari sektor pertanian dengan tujuan industrialisasi dengan cakupan luas lahan mencapai 136 ribu hektar. Sektor perkebunan dengan komoditi durian dan kelapa Sulteng yang telah memperoleh lampu hijau untuk ekspor langsung ke Tiongkok melalui pelabuhan pantoloan.

BACA JUGA :  Bawaslu Parimo Tolak Gugatan Amrullah-Ibrahim dalam Sengketa Pemilihan

Anwar menambahkan, SDA Sulteng di sektor perikanan dan kelautan juga tidak kalah baiknya, sebab memiliki 4 wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di laut dan 1 WPP perairan darat. Dengan komoditu yang bisa di budidayakan seperti ikan kerapu, teripang, rumput laut, dan udang vaname. Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga menyampaikan pemikiran sebuah kawasan industri tambak terintegrasi di wilayah Donggala, dengan sarana budidaya, pembibitan, pengolahan, pendinginan, hingga pengiriman langsung dari tambak.

BACA JUGA :  DPRD Sulteng Setujui Ranperda APBD 2024 dalam Rapat Paripurna

Sementara di sektor hijau, Gubernur menawarkan peluang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan tenaga alternatif lain seperti sinar matahari. Tidak ketinggalan, sektor mineral selain nikel yang merupakan primadona, Anwar berencana untuk mengangkat potensi mineral lainnya seperti emas, biji besi, dan tembaga dengan menerapkan good mining practice.

“Kemampuan fiskal kita tidak besar, sehingga butuh kerjasama,” ujar Anwar.

Sebagai langkah kongkrit, gubernur menawarkan wilayah barat Sulteng sebagai prioritas peta investasi ke depan yang menjanjikan, ke pihak konsorsium.

BACA JUGA :  AMSI Sulteng Wakili Dewan Pers Verifikasi Faktual Media SulawesiToday.com di Parigi Moutong

“Silahkan pilih yang mana dan mau masuk (berinvestasi) di mana,” tawar Gubernur.

Menanggapi sahutan Gubernur, perwakilan konsorsium menyambut baik dan menyampaikan rencana tatap muka langsung antara Gubernur Sulteng dan sejumlah pimpinan perusahaan dalam konsorsium, di Jakarta dalam waktu dekat.

Di kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan dokumen company profile konsorsium perusahaan Tiongkok yang antara lain bergerak di pengembangan energi hijau, farmasi, pertanian, furniture dan sebagainya.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *