Dari Tempat Pengungsian Hingga Pusat Pendidikan Tahfidz dan Pencegah Radikalisme

waktu baca 3 menit
Muh. Nur Rajadaeng selaku ketua Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur Kampung Berkah Pasigala. (Foto : ist).

Diksi.net, Sigi – Kampung Berkah Pasigala, yang dibangun oleh Para Relawan Indonesia (PRI) pada 2019, awalnya merupakan pusat pengungsian terpadu bagi korban bencana di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala). Saat ini, Kampung Berkah telah berkembang menjadi pusat pendidikan melalui Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur Kampung Berkah Pasigala, yang fokus pada pendidikan Al-Qur’an sekaligus upaya mencegah penyebaran paham radikalisme.

Mengenal Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur Kampung Berkah Pasigala Kampung Berkah Pasigala didirikan sebagai bentuk respon terhadap bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Pasigala pada 2018. Dibangun di atas tanah yang dibeli PRI di Desa Pombewe, tempat ini sekarang menjadi lokasi Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur, yang dipimpin oleh Muh. Nur Rajadaeng. Yayasan ini telah berhasil meluluskan empat angkatan tahfidz Al-Qur’an sejak pendiriannya.

BACA JUGA :  Rural ICT Camp 2024: Perkuat Konektivitas Pedesaan dan Ketahanan Iklim

Selain pendidikan hafalan Al-Qur’an, Yayasan juga menyediakan berbagai kegiatan spiritual dan pembelajaran formal, termasuk shalat berjamaah, kelas tahfidz, dzikir, olahraga, dan sekolah formal di MIS, MTs, dan MA Nidha’ul Khaerat.

Ekspansi Program Pendidikan untuk Anak Korban Bencana Kesuksesan Kampung Berkah Pasigala menginspirasi PRI untuk membangun Kampung Berkah Luwu (KBL) di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada 2022. Kampung Berkah Luwu juga menjalankan program Pesantren Tahfidz Preneur yang didedikasikan sebagai healing Qur’anik bagi anak-anak korban banjir bandang.

Mencegah Radikalisme Melalui Pendidikan Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur Kampung Berkah Pasigala bukan sekadar pusat pendidikan agama, tetapi juga memainkan peran penting dalam upaya pencegahan radikalisme di Kabupaten Sigi. Ketua yayasan, Muh. Nur Rajadaeng, menegaskan bahwa calon pembina dan pengajar yang direkrut di yayasan ini harus melalui proses seleksi ketat untuk memastikan tidak memiliki latar belakang yang berhubungan dengan pergerakan radikal atau terorisme.

BACA JUGA :  PT IMIP Lakukan Penanganan Cepat Kecelakaan Kerja PT ITSS

Selain itu, yayasan bekerja sama dengan Satgas Operasi Madago Raya dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah, serta menjadi mitra kepolisian dalam meminimalisir penyebaran paham radikal dan intoleran. Yayasan juga berkomitmen untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah Sigi Biromaru.

Merayakan Kebersamaan Melalui Kegiatan Sosial Yayasan tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan sosial untuk memperkuat kebersamaan, salah satunya adalah perayaan Maulid Nabi yang melibatkan orang tua santri. Acara ini menjadi kesempatan bagi para orang tua, santri, dan komunitas untuk bersama-sama mempererat tali silaturahmi.

BACA JUGA :  Bawaslu Palu Perpanjang Masa Pendaftaran PKD di Empat Kelurahan

Muh. Nur Rajadaeng: Pendidikan sebagai Pilar Perdamaian Ketua Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur Kampung Berkah Pasigala, Muh. Nur Rajadaeng, percaya bahwa pendidikan adalah kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas sosial. “Melalui pendidikan yang baik dan benar, kami berusaha menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis dan spiritual, tetapi juga mampu menjadi agen perdamaian di masyarakat,” ujarnya.

Dengan program yang komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak, Yayasan Pesantren Tahfidz Preneur Kampung Berkah Pasigala terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh nilai-nilai toleransi di wilayah Kabupaten Sigi dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *