Proses Coklit di Daerah Terpencil Kota Palu Uventumbu dan Valiri

waktu baca 2 menit
Petugas KPU Kota Palu menuju rumah warga yang akan di coklit di Dusun Uwentumbu dan Valiri. (Foto : Istimewa).

Diksi.net, Palu – Proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah dimulai 24 juni lalu hingga 24 juli 2024 mendatang. Coklit sendiri merupakan salah satu tahapan dalam proses Pemilihan Kepala Daerah yang nantinya akan menjadi dasar untuk memperoleh Dapat Pemilih Tetap (DPT) setelah melalui serangkaian proses panjang sebelum nantinya ditetapkan.

Tahapan coklit menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara Pemilu dan Ad Hoc turunannya ketika proses pengambilan data secara langsung di lapangan. Dusun Uventumbu dan Dusun Valiri menjadi daerah paling terpencil dan tersulit untuk di akses oleh penyelenggara pemilu melakukan coklit walapun masih masuk dalam teritori Kota Palu.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Resmikan Penerbangan Perdana Super Air Jet

Aksesibilitas dan kontur geografis adalah kendala yang dihadapi petugas coklit di dua dusun paling pelosok Kota Palu yang berbatasan dengan Kabupaten Parigi Moutong. Untuk menjangkau kedua Dusun terpencil Kota Palu itu, tidak hanya membutuhkan tenaga lebih, tetapi juga dibarengi dengan kemauan yang tinggi.

Koordinator Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Palu, Musbah mengatakan saat melakukan langsung coklit di Dusun Uventumbu dan Dusun Valiri, medan menjadi tantangn terberat, selain itu jarak antar rumah warga juga cukup jauh. Tantangan lain adalah petugas coklit harus melawati sungai, yang selama musim penghujan mengalami kenaikan debit air.

BACA JUGA :  Eks Napiter Bersyukur diamankan Oleh Satgas dan Menyesali Perbuatannya Dahulu

“Sekitar 20 hingga 30 KK yang telah dicoklit di Dusun Uventumbu dan Dusun Valiri yang menjadi daerah paling menantang karena medan apalagi rumah warga berjauhan antara punggungan gunung yang satu dan punggungan gunung yang lainnya,” ungkap Muasbah, Selasa (09/07/2024).

Selama 15 hari setelah dimulainya tahapan coklit, presentase warga yang telah di coklit setiap kecamatan telah melampaui 50 persen lebih. “Kecamatan Tawaeli sudah 82 persen, Palu Utara 71 persen, Ulujadi 68 persen, Mantikulore 58 persen, Palu Timur 56 Persen, Palu Selatan 56 persen, Palu Barat 55 persen, dan terakhir Kecamatan Tantanga 54 persen,” ujar Musbah.

BACA JUGA :  Nadhira Seha Bawa Visi Jadikan KAHMI Organisasi Modern dan Profesional

KPU Palu menargetkan proses coklit hanya selama 25 hari, sedikit lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan.

Musbah berharap selama proses coklit berlangsung, masyarakat yang belum dicoklit dapat menyiapkan dokumen kelengkapannya berupa KTP dan KK. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *